Vamelia Cetak Prestasi Nasional, Program Literasi Tana Tidung Jadi Contoh untuk NTT

Vamelia, bunda literasi kabupaten Tana Tidung. (ist)

TARAKAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Vamelia. Berkat keberhasilannya mengembangkan budaya literasi di Kabupaten Tana Tidung, Vamelia mendapat undangan khusus dari Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membagikan pengalaman dan strategi membangun gerakan membaca di daerah.

Undangan tersebut menjadi bukti bahwa program literasi yang dijalankan di Kabupaten Tana Tidung kini mulai dilirik secara nasional.

“Hari ini saya mendapat undangan dari Pemerintah Nusa Tenggara Timur untuk membagikan praktik-praktik baik yang saya lakukan di Kabupaten Tana Tidung,” ujar Vamelia usai mengikuti rapat kerja Pansus IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara terkait pembahasan Ranperda Pengembangan Perbukuan dan Budaya Literasi di Tarakan, Kamis (21/5/2026).

Tak hanya dikenal sebagai anggota DPRD Kaltara, Vamelia juga aktif sebagai Bunda Literasi Kabupaten Tana Tidung yang konsisten membangun budaya membaca di tengah masyarakat.

Salah satu capaian besarnya yakni berhasil mendirikan 32 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kabupaten Tana Tidung. Program tersebut menjadi ruang belajar masyarakat sekaligus sarana meningkatkan minat baca anak-anak dan generasi muda.

Atas dedikasinya di bidang pendidikan dan literasi, Vamelia sebelumnya juga meraih penghargaan nasional kategori tertinggi Wiyata Darma Utama pada Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2025.

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilannya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini dan mengembangkan budaya literasi berbasis masyarakat di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.

Menurut Vamelia, gerakan literasi membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan regulasi yang kuat agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Karena itu, ia mendukung penuh pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengembangan Perbukuan dan Budaya Literasi yang saat ini tengah dibahas DPRD Kaltara.

“Perda ini nantinya menjadi payung hukum bagi penggiat literasi, taman bacaan masyarakat dan pengembangan budaya membaca di Kalimantan Utara,” katanya.

Ia berharap gerakan literasi yang berkembang di Tana Tidung dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui budaya membaca.(*ma)