Audit Itwasum Polri Catat Capaian Positif Polda Kaltara, Karhutla Turun 82 Persen

polda kaltara

TARAKAN – Pelaksanaan tugas dan kinerja Polda Kalimantan Utara (Kaltara) mendapat sejumlah catatan positif dalam Taklimat Akhir Audit Kinerja Itwasum Polri Wilayah II Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan yang digelar di Mako Brimob Tarakan, Senin (14/9/2026), tersebut menjadi rangkaian akhir audit yang berlangsung selama sepekan, sejak 7 hingga 14 September 2026.

Taklimat akhir dihadiri Wakapolda Kaltara Brigjen Pol. Yusuf, S.I.K., M.Hum., Auditor Kepolisian Utama Tk. II Slog Polri Brigjen Pol. Eko Trisnanto, S.H., bersama tim audit Itwasum Polri, Irwasda Polda Kaltara, para pejabat utama serta Kapolres/Ta jajaran.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Pol. Eko Trisnanto menyampaikan Paparan Hasil Audit (PHA) sebagai bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan tugas, tata kelola dan kinerja Polda Kaltara beserta jajaran.

Audit mencakup aspek pelaksanaan dan pengendalian serta Audit Dengan Tujuan Tertentu (ADTT), dengan sasaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Badan Layanan Umum (BLU).

Audit tersebut dilakukan untuk memberikan keyakinan memadai terhadap aspek ketaatan, kepatuhan, efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas, sekaligus mendorong pencapaian tujuan organisasi.

Di tengah sejumlah rekomendasi untuk perbaikan, tim audit juga mencatat berbagai capaian positif yang dinilai menjadi gambaran keberhasilan jajaran Polda Kaltara dalam menjalankan tugas kepolisian.

Salah satu capaian yang menonjol adalah penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Berdasarkan hasil audit, penanganan Karhutla di wilayah Kaltara sepanjang 2026 dinilai berjalan baik dan efektif. Hal itu ditopang deteksi dini, langkah preventif, respons cepat, monitoring dan evaluasi, serta sinergi lintas sektor.

Sebanyak 374 kegiatan telah dilaksanakan untuk mencegah dan menangani Karhutla. Kegiatan tersebut meliputi edukasi masyarakat, pemasangan spanduk dan rambu, apel kesiapsiagaan, rapat koordinasi, patroli hingga pemadaman.

Upaya tersebut berkontribusi terhadap penurunan luas lahan terbakar secara signifikan. Dari 874,4 hektare pada 2025, luas lahan terbakar turun menjadi 152,6 hektare pada 2026, atau berkurang sekitar 82,56 persen.

Capaian lain dicatat Direktorat Polairud Polda Kaltara melalui pengungkapan kasus narkotika di wilayah Tarakan. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti sekitar 3 kilogram sabu-sabu.

Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian memutus mata rantai peredaran narkotika sekaligus menjaga keamanan masyarakat di wilayah Kaltara.

Tak hanya pada aspek operasional, capaian positif juga terlihat dalam bidang pembinaan personel. Hasil audit mencatat delapan personel Polda Kaltara berhasil meraih prestasi dalam ajang Kapolri Cup 2026 dan Kejuaraan Nasional.

Prestasi tersebut diraih melalui cabang olahraga taekwondo, karate dan pencak silat.

Setelah penyampaian PHA, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan hasil audit serta penyerahan PHA dan tabulasi hasil pemeriksaan oleh Auditor Kepolisian Utama Tk. II Slog Polri kepada Wakapolda Kaltara.

Penyerahan tersebut menandai berakhirnya rangkaian Audit Kinerja Itwasum Polri di Polda Kaltara sekaligus menjadi dasar bagi jajaran untuk menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang telah disampaikan.

Polda Kaltara selanjutnya didorong untuk mempertahankan capaian positif sekaligus melakukan pembenahan terhadap sejumlah aspek yang masih memerlukan penguatan.

Hasil audit menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas tata kelola, pengawasan dan akuntabilitas organisasi agar pelaksanaan tugas kepolisian berjalan semakin efektif dan efisien.

Melalui tindak lanjut rekomendasi tersebut, Polda Kaltara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kinerja dan menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, modern, transparan dan akuntabel bagi masyarakat di Kalimantan Utara.