Usai Viral “Cie Curhat Dia Bah”, Lurah Paya Pasir Temui Warga yang Mengeluh Soal Lampu Jalan

Lurah Paya Pasir, Syerly, kunjungi kediaman warga usai respon soal keluhan penerangan jalan viral. (X/sevenfeeds)

MEDAN — Lurah Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Syerly, mendatangi rumah warga yang sebelumnya menyampaikan keluhan mengenai minimnya penerangan jalan di kawasan Danau Siombak, Kamis (30/7/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan Syerly bersama Camat Medan Marelan Zulkifli S Pulungan. Pertemuan menjadi bagian dari komunikasi dan tindak lanjut setelah keluhan warga kepada Wali Kota Medan Rico Waas viral di media sosial.

Warga yang ditemui Syerly diketahui bernama Ulfa. Dalam pertemuan tersebut, Ulfa justru menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki persoalan pribadi dengan Syerly.

“Aku sama Bu Lurah enggak ada masalah apa-apa, bagus. Dari awal memang kami kenal dan sudah berkawan,” ujar Ulfa dalam video yang beredar di media sosial, dikutip Kamis (30/7/2026).

Ulfa juga mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui adanya ucapan Syerly, “Cie curhat dia bah”, setelah rekaman pertemuan dengan Wali Kota Medan tersebut viral.

Menurut Ulfa, saat kejadian dirinya lebih fokus menyampaikan persoalan lampu penerangan kepada Wali Kota Rico Waas sehingga tidak mengetahui secara langsung ucapan yang dilontarkan Syerly.

“Di rekaman itu pun karena viral ini aku tahu ada suara Bu Lurah ‘Curhat dia bah’. Enggak ku tengok itu, aku fokus dengan lampu itu ke Pak Rico,” katanya.

Ia kemudian kembali memutar rekaman setelah video tersebut ramai diperbincangkan dan baru mengetahui ucapan Syerly.

“Soal suara Bu Lurah itu setelah viral, ku ulang lagi videonya, ternyata ngomong begini,” ujarnya.

Ulfa juga menegaskan dirinya tidak merasa tersinggung dengan ucapan tersebut.

Bermula dari Keluhan Jalan Gelap

Sebelumnya, Syerly menjadi sorotan setelah video dirinya mendampingi Wali Kota Medan Rico Waas bertemu warga di kawasan Danau Siombak beredar luas di media sosial.

Dalam pertemuan itu, Ulfa menyampaikan keluhan mengenai minimnya penerangan jalan. Ia bahkan mengaku telah menggunakan uang pribadi untuk memasang empat tiang lampu karena kondisi jalan yang gelap dan dinilai rawan kejahatan.

“Pak, nanti izin pasang lampu ya Pak, gelap sekali jalannya. Banyak di sini begal. Selama ini saya pasang sendiri empat tiang ini pakai uang pribadi,” ujar Ulfa.

Syerly kemudian terdengar melontarkan ucapan, “Cie curhat dia bah.”

Potongan video tersebut kemudian viral dan menuai berbagai reaksi warganet. Sebagian publik menilai ucapan tersebut tidak tepat disampaikan seorang pejabat ketika warga sedang menyampaikan persoalan fasilitas dan keamanan lingkungan.

Inspektorat Beri Rekomendasi Sanksi

Viralnya video tersebut juga berujung pada pemeriksaan oleh Inspektorat Kota Medan. Syerly dipanggil untuk memberikan keterangan dan klarifikasi terkait ucapannya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Syerly dinyatakan terindikasi melanggar kode etik ASN. Inspektorat Kota Medan kemudian merekomendasikan hukuman disiplin ringan berdasarkan Pasal 7 ayat (1) huruf d Peraturan Wali Kota Medan Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penegakan Disiplin dan Kode Etik Pegawai Aparatur Sipil Negara.

Rekomendasi tersebut berkaitan dengan kewajiban ASN menjaga integritas dan keteladanan agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap citra perangkat daerah.

Di sisi lain, Syerly sebelumnya juga telah menyampaikan permintaan maaf setelah video ucapannya menjadi perhatian publik. Ia menyebut perkataan tersebut terlontar secara spontan karena merasa sudah akrab dengan warga yang bersangkutan.

Pertemuan Syerly dengan Ulfa kini menjadi babak lanjutan dari polemik tersebut. Di tengah sorotan terhadap ucapan yang viral, warga yang menjadi lawan bicaranya justru menyatakan tidak memiliki persoalan pribadi dengan sang lurah.

Persoalan yang awalnya bermula dari keluhan sederhana mengenai jalan gelap dan kebutuhan penerangan itu pun berkembang menjadi perhatian publik terhadap etika komunikasi antara aparatur pemerintah dan masyarakat. (*)