PMI Surakarta Perkuat Kerja Sama Internasional dengan Sekolah Keperawatan Palang Merah Jepang

PMI Surakarta Sambut Kunjungan Mahasiswa Sekolah Keperawatan Palang Merah Jepang

SURAKARTA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta memperkuat kerja sama kemanusiaan internasional melalui kunjungan delegasi dan mahasiswa Sekolah Keperawatan Palang Merah Jepang (Japanese Red Cross College of Nursing), Senin (31/8/2026).

Kunjungan selama tiga hari tersebut menjadi momentum pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam bidang pelayanan kesehatan, pengelolaan unit donor darah, kebencanaan, hingga manajemen organisasi kemanusiaan.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi dan mahasiswa keperawatan dari Jepang meninjau sejumlah fasilitas PMI Kota Surakarta. Di antaranya Unit Donor Darah (UDD), fasilitas pelayanan kesehatan, serta Markas PMI untuk melihat secara langsung aktivitas pelayanan dan penanggulangan bencana.

Ketua PMI Kota Surakarta, Sumartono Hadinoto, mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk saling belajar mengenai sistem pelayanan kesehatan dan kemanusiaan.

“Selama tiga hari ini, kami saling berbagi pengalaman dan sistem pelayanan kesehatan. Kami berharap hasil dari pertukaran ilmu ini dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan PMI Kota Surakarta,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman yang diperoleh delegasi Jepang selama berada di Surakarta juga diharapkan dapat menjadi pembelajaran yang bermanfaat bagi mereka ketika kembali ke negaranya.

Selain kunjungan lapangan, kegiatan diisi diskusi interaktif mengenai tantangan pelayanan kesehatan di Indonesia dan Jepang, pengelolaan relawan, serta inovasi dalam pelayanan donor darah.

PMI Kota Surakarta juga membuka peluang kerja sama lanjutan, termasuk kunjungan balasan dan berbagai bentuk kolaborasi di bidang kemanusiaan.

Melalui pertukaran pengalaman tersebut, PMI Surakarta berharap hubungan dengan Palang Merah Jepang dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kemanusiaan di kedua negara.