DWP Malinau Angkat Kuliner Tidung Menuju Seleksi Makanan Tradisional Tingkat Nasional

DWP Malinau Siapkan Tiga Kuliner Khas Tidung untuk Seleksi Tingkat Nasional. (Kominfo)

MALINAU – Kekayaan kuliner tradisional masyarakat Tidung di Kabupaten Malinau mendapat kesempatan untuk diperkenalkan lebih luas melalui seleksi makanan tradisional tingkat nasional yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat.

DWP Kabupaten Malinau turut ambil bagian dalam seleksi tersebut dengan menyiapkan tiga menu khas Tidung yang akan mengikuti tahapan seleksi mulai dari tingkat Provinsi Kalimantan Utara hingga tingkat pusat.

Ketua DWP Kabupaten Malinau, Ny. Rosetinawati Ernes, mengatakan keikutsertaan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan sekaligus menjaga keberadaan kuliner tradisional daerah.

“Ini merupakan kegiatan dari Dharma Wanita Pusat yang diteruskan ke Dharma Wanita Provinsi. Kabupaten Malinau juga ikut berpartisipasi dengan menyampaikan menu tradisional untuk selanjutnya diseleksi di tingkat provinsi, kemudian diteruskan lagi ke tingkat pusat,” ujar Rosetinawati saat mendampingi proses pembuatan menu di salah satu rumah warga di Desa Malinau Seberang, Kamis (30/7/2026).

Tiga menu yang disiapkan yakni Sayur Ancom Malau, Lawar Peria Pempalom, dan Pepes Seradong. Ketiganya merupakan sajian tradisional khas masyarakat Tidung yang dipilih untuk menjadi representasi kekayaan kuliner Kabupaten Malinau.

Dalam proses seleksi, sajian tradisional tersebut tidak hanya diharapkan mampu memenuhi aspek cita rasa, tetapi juga memperlihatkan kekhasan serta nilai budaya yang terkandung dalam makanan daerah.

Selain tiga menu utama, DWP Malinau juga menyiapkan dua jenis minuman es dan dua jenis makanan ringan sesuai dengan ketentuan dalam kegiatan seleksi.

Rosetinawati berharap menu yang dipersiapkan dari dapur warga Desa Malinau Seberang tersebut dapat melewati seleksi tingkat Provinsi Kaltara dan berlanjut ke tingkat nasional.

“Menu yang kami kirim nantinya akan diseleksi di tingkat provinsi, kemudian hasilnya diteruskan lagi ke Dharma Wanita Persatuan Pusat,” katanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan makanan tradisional, tetapi juga menjadi momentum untuk menjaga warisan kuliner daerah agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Apalagi, kuliner tradisional memiliki keterkaitan erat dengan identitas dan kehidupan masyarakat. Karena itu, pelestarian makanan khas daerah dinilai penting agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman dan perubahan selera generasi muda.

Bagi DWP Malinau, keikutsertaan dalam seleksi tersebut juga menjadi kesempatan membawa nama daerah ke panggung yang lebih luas. Tiga menu khas Tidung yang diolah dari dapur warga Desa Malinau Seberang kini membawa harapan untuk menembus seleksi tingkat Provinsi Kalimantan Utara hingga tingkat nasional.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata dalam memperkenalkan kekayaan kuliner Tidung sekaligus menjaga warisan cita rasa lokal Kabupaten Malinau agar tetap hidup dari generasi ke generasi.(*)