Tabanan – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga KD, pria yang tewas dalam kasus pengeroyokan di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Di balik peristiwa yang menghebohkan publik itu, sang istri, Putu Dewi Suryantini, mengungkap kondisi ekonomi keluarga yang disebut tengah terpuruk sebelum suaminya meninggal dunia.
Putu Dewi mengaku tidak mengetahui keberadaan suaminya selama tiga hari sebelum menerima kabar duka. Menurutnya, KD pergi tanpa berpamitan sehingga keluarga hanya bisa menunggu kepulangannya.
Di tengah keterbatasan ekonomi, Putu Dewi menduga suaminya sedang berusaha mencari uang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka. Ia menyebut keluarga masih memiliki tanggungan biaya sekolah yang harus segera dibayarkan.
“Dia sudah tiga hari tidak pulang. Saya berpikir mungkin sedang mencari uang untuk membayar sekolah anak,” ungkap Putu Dewi, dikutip dari unggahan akun Instagram @berita_gosip, Senin (27/7/2026).
Pasangan tersebut memiliki tiga orang anak. Anak pertama telah menikah, sedangkan dua anak lainnya masih bersekolah, yakni di kelas 1 SMK dan kelas 2 SD. Menurut Putu Dewi, kebutuhan biaya pendidikan menjadi salah satu beban yang sedang dihadapi keluarga.
Kesedihan keluarga semakin menjadi perhatian publik setelah video putri bungsu korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SD menangis saat jenazah sang ayah tiba di rumah duka viral di media sosial. Video itu memunculkan gelombang simpati dari masyarakat.
Putu Dewi mengatakan kabar mengenai suaminya yang menjadi korban pengeroyokan pertama kali diterimanya dari pihak keluarga. Setelah mendapat informasi tersebut, keluarga berupaya memastikan identitas korban melalui kepolisian dan rumah sakit.
Sementara itu, Polres Tabanan terus melanjutkan proses penyidikan. Hingga kini, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan tersebut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain beserta peran masing-masing dalam kejadian yang berujung pada meninggalnya korban.
Peristiwa itu bermula dari dugaan pencurian ayam aduan pada Jumat dini hari (24/7/2026), yang kemudian berujung pada aksi pengeroyokan. Selain menyebabkan korban meninggal dunia, sepeda motor milik KD juga dilaporkan dibakar massa. (*pro)














Leave a Reply
View Comments