Supa’ad Hadianto Dorong Warga Blora di Tarakan Perkuat Kekompakan Melalui Silaturahmi

Supa’ad Hadianto Bersama Warga Jawara dalam Kegiatan Silaturahmi di Tarakan

TARAKAN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Supa’ad Hadianto, mengajak warga yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Jawa Blora (Jawara) Kota Tarakan untuk terus menjaga persaudaraan dan memperkuat kekompakan melalui kegiatan silaturahmi yang dilakukan secara rutin.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri arisan dan temu keluarga Jawara di Kompleks Perumahan Intraca, Tarakan, Minggu (7/6). Menurut Supa’ad, keberadaan organisasi paguyuban memiliki peran penting sebagai wadah mempererat hubungan antarwarga perantauan sekaligus menjaga nilai-nilai kebersamaan.

“Kalau kita ingin kuat, maka harus bersatu. Dan untuk bisa bersatu, salah satunya dengan sering bertemu, bersilaturahmi, dan saling mengenal satu sama lain,” ujar politisi Partai NasDem itu.

Dalam suasana penuh keakraban, Supa’ad mengenang hubungan historis dan kedekatan emosionalnya dengan masyarakat asal Blora dan Cepu. Ia mengungkapkan bahwa keluarganya memiliki akar yang dekat dengan wilayah tersebut sehingga cukup memahami perjalanan warga Blora yang merantau ke Tarakan.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltara itu juga mengingat kembali keberadaan paguyuban warga Blora yang pernah aktif di Kota Tarakan sekitar tahun 2007 hingga 2008. Menurutnya, eksistensi organisasi masyarakat perlu terus dijaga agar tetap menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan kekeluargaan.

Supa’ad menuturkan, organisasi yang besar tidak lahir secara instan. Dibutuhkan komitmen, konsistensi, dan kebersamaan dari seluruh anggota untuk menjaga keberlangsungan kegiatan yang telah dibangun.

“Semua organisasi besar dimulai dari langkah kecil. Yang penting kegiatannya terus berjalan dan anggotanya tetap kompak,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas organisasi, Supa’ad menyerahkan bantuan berupa satu unit speaker aktif yang diharapkan dapat menunjang berbagai kegiatan Jawara ke depan. Bantuan tersebut diberikan setelah menerima masukan mengenai kebutuhan perlengkapan dasar organisasi.

Selain memberikan dukungan fasilitas, ia juga membuka ruang komunikasi bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi maupun masukan. Menurutnya, kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat harus terus dijaga melalui komunikasi yang terbuka.

Di akhir kegiatan, Supa’ad mengajak seluruh warga Jawara untuk tetap mempertahankan semangat gotong royong dan kekeluargaan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak ditentukan oleh banyaknya peserta yang hadir, melainkan oleh konsistensi dalam menjaga kebersamaan.

“Walaupun yang hadir tidak banyak, kegiatan harus tetap berjalan. Dari situlah persaudaraan tumbuh dan organisasi bisa terus hidup,” pungkasnya.

Melalui silaturahmi yang rutin, warga perantauan asal Blora di Kota Tarakan diharapkan semakin solid dalam menjaga hubungan kekeluargaan, melestarikan budaya daerah, serta saling mendukung dalam kehidupan bermasyarakat. (*)