Pemkab Malinau Dorong Desa Kembangkan Potensi Lokal Lewat Teknologi Tepat Guna

Pemkab Malinau Dorong Inovasi Desa Lewat Teknologi Tepat Guna.(Kominfo)

MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau mendorong desa untuk terus mengembangkan potensi lokal melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna (TTG). Teknologi dinilai harus hadir sebagai solusi atas kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru di desa.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Malinau yang diwakili Plh Sekretaris Daerah Malinau, Drs. Agustinus, M.AP., saat membuka Lomba Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) dan Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Kabupaten Malinau Tahun 2026 di halaman parkir Kantor Bupati Malinau, Kamis (30/7/2026).

Dalam sambutannya, Agustinus menegaskan bahwa mempertahankan nilai dan tradisi desa tidak berarti masyarakat harus menutup diri terhadap perkembangan teknologi.

Menurutnya, kemajuan desa tidak semata-mata diukur dari jumlah bangunan atau fasilitas yang dimiliki, tetapi dari kemampuan masyarakat mengenali persoalan dan menciptakan solusi yang memberikan manfaat nyata.

“Maju dan mandiri adalah ketika desa mampu menyejahterakan warganya lewat karya nyata. Teknologi yang paling bernilai bagi warga desa saat ini adalah teknologi tepat guna, inovasi yang lahir dari kebutuhan nyata, murah, mudah digunakan, dan langsung menjawab tantangan sehari-hari,” ujar Agustinus.

Ia menjelaskan, penerapan TTG dapat dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing desa. Di sektor pertanian dan peternakan, misalnya, inovasi dapat diarahkan pada sistem irigasi hemat air, pengolahan pupuk organik dengan metode modern hingga penggunaan mesin pengolahan hasil panen.

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi yang selama ini menjadi salah satu tantangan masyarakat.

Pengembangan teknologi juga dinilai tidak terbatas pada sektor pangan. Pengelolaan energi dan lingkungan menjadi bidang lain yang dapat digarap melalui inovasi sederhana namun tepat sasaran.

Agustinus mencontohkan pemanfaatan biogas dari limbah serta teknologi penyaring air bersih yang dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung kelestarian lingkungan.

“Teknologi harus hadir untuk memudahkan masyarakat, bukan justru menambah persoalan baru,” tegasnya.

Selain teknologi produksi, Pemkab Malinau juga mendorong masyarakat desa memanfaatkan perkembangan ekonomi digital untuk memperluas pemasaran produk.

Menurut Agustinus, media sosial dan platform jual-beli dapat menjadi sarana yang relatif murah bagi pelaku usaha desa untuk memperkenalkan produk lokal kepada konsumen di luar wilayah.

Ia mencontohkan Lapak Desa Tanjung Lapang yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Inisiatif tersebut dinilai dapat menjadi inspirasi bagi desa lain untuk mulai memanfaatkan kanal digital dan tidak hanya bergantung pada pasar konvensional.

Produk lokal, kata dia, memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas apabila dikemas secara menarik dan dipasarkan melalui media digital.

Melalui lomba Posyantek dan TTG, Pemkab Malinau berharap semakin banyak inovasi yang lahir langsung dari kebutuhan masyarakat. Ajang tersebut tidak sekadar menjadi kompetisi, tetapi juga ruang untuk memperlihatkan gagasan dan teknologi sederhana yang memiliki potensi diterapkan secara luas.

Agustinus juga mendorong pemerintah desa, kelompok masyarakat, pemuda hingga pelaku usaha untuk terus mengembangkan kreativitas berdasarkan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.

“Kemandirian desa akan tumbuh ketika masyarakat mampu mengolah sumber daya yang tersedia menjadi solusi, produk dan usaha yang bernilai ekonomi,” katanya.

Menurutnya, perkembangan teknologi tidak harus menghilangkan identitas desa. Justru, teknologi dapat menjadi alat untuk memperkuat potensi lokal, meningkatkan produktivitas serta menciptakan peluang ekonomi baru.

Pemkab Malinau berharap inovasi yang lahir dari kebutuhan warga dapat menjadi fondasi untuk membangun desa yang semakin tangguh, produktif dan mandiri.