TARAKAN – Asap mungkin telah lama hilang, namun bekas kebakaran di Panti Asuhan Tahfidz Yatim dan Dhuafa Ar-Rohimin, Kelurahan Juata Permai, masih terasa. Dinding yang menghitam dan dapur yang tak lagi bisa digunakan menjadi saksi ujian yang harus dilalui para santri.
Namun di tengah keterbatasan itu, senyum anak-anak mulai kembali. Perlahan, mereka bangkit—meski dengan segala kekurangan yang ada.
Musibah kebakaran yang terjadi pada Senin (13/04/2026) di RT 21 Blok C Perum PNS Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, berdampak pada 20 penghuni panti, terdiri dari 6 pengurus dan 14 anak asuh. Salah satu santri, Yogi Aplian Irfansyah (15), bahkan mengalami luka akibat pecahan kaca.
Kini, kebutuhan dasar menjadi tantangan sehari-hari. Dapur yang rusak membuat penyediaan makanan terbatas. Pakaian, perlengkapan tidur, hingga alat masak menjadi kebutuhan mendesak.
Camat Tarakan Utara, Sisca Maya Crenata, tak tinggal diam. Dengan penuh empati, ia mengajak masyarakat untuk ikut mengulurkan tangan.
“Tempat ini bukan sekadar bangunan, tapi rumah bagi anak-anak yang membutuhkan kasih dan perhatian. Mari kita bantu mereka bangkit,” ujarnya, Sabtu (18/04/2026).
Baginya, setiap bantuan memiliki makna besar. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga untuk menguatkan harapan anak-anak yang tengah berjuang.
“Bantuan sekecil apa pun sangat berarti. Ini tentang menghadirkan kembali senyum dan harapan mereka,” tambahnya.
Kini, pintu kepedulian dibuka lebar. Masyarakat yang ingin membantu dapat menyalurkan donasi langsung melalui pengasuh panti, Ustadz Marlin di nomor 0853-4906-4434.
Di tengah puing yang tersisa, harapan itu masih ada. Dan dengan uluran tangan bersama, rumah sederhana bernama Ar-Rohimin bisa kembali berdiri—menjadi tempat pulang, tempat belajar, dan tempat tumbuh bagi anak-anak yang tak pernah berhenti berharap. (*)














Leave a Reply
View Comments