Penyesuaian tersebut dilakukan mengikuti dinamika harga minyak dunia serta evaluasi berkala terhadap kondisi fiskal dan daya beli masyarakat. Kebijakan ini juga telah dikoordinasikan dengan pemerintah sesuai mekanisme yang berlaku.
Berdasarkan informasi resmi Pertamina, harga Pertamax Turbo (RON 98) turun sebesar Rp1.450 per liter, dari sebelumnya Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter.
Penurunan lebih besar terjadi pada bahan bakar diesel nonsubsidi. Harga Pertamina Dex (CN 53) turun Rp3.650 per liter, dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter. Sementara Dexlite (CN 51) turun Rp3.300 per liter, dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter.
Di sisi lain, harga Pertamax (RON 92) masih bertahan di angka Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 tetap dijual Rp17.000 per liter sebagaimana penyesuaian yang berlaku sejak 10 Juni 2026.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan berdasarkan pergerakan harga pasar minyak dunia dengan tetap mengacu pada regulasi pemerintah.
“Sesuai yang kita ketahui penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah,” ujar Kitty dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, selain menghadirkan harga yang lebih kompetitif, Pertamina juga terus menjaga kualitas produk agar sesuai spesifikasi sehingga memberikan manfaat optimal bagi konsumen.
“Kami juga terus memastikan kualitas produk sesuai spesifikasi sehingga masyarakat memperoleh manfaat optimal, baik dari sisi performa kendaraan maupun efisiensi penggunaan bahan bakar,” katanya.
Sementara itu, penyesuaian harga kali ini tidak berlaku untuk BBM bersubsidi. Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Bio Solar subsidi masih dipatok Rp6.800 per liter.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sempat memberikan sinyal bahwa pemerintah tengah mengkaji kemungkinan penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada Juli 2026.
Saat ditemui di Kompleks DPR RI pada 29 Juni 2026, Bahlil meminta masyarakat menunggu keputusan resmi pemerintah.
“Kita lihat aja nanti,” ujarnya.
Bahlil juga mengingatkan bahwa pemerintah telah menahan kenaikan harga BBM nonsubsidi ketika harga minyak dunia mengalami lonjakan dalam beberapa bulan terakhir.
“Teman-teman juga harus fair dong. Pada saat harga minyak lagi naik, dua bulan lebih hampir tiga bulan kan enggak kita naikkan,” katanya.
Daftar Harga BBM Pertamina Mulai 1 Juli 2026
- Pertamax: Rp16.250/liter (tetap)
- Pertamax Green 95: Rp17.000/liter (tetap)
- Pertamax Turbo: Rp19.300/liter (turun Rp1.450)
- Dexlite: Rp19.700/liter (turun Rp3.300)
- Pertamina Dex: Rp21.150/liter (turun Rp3.650)
- Pertalite (subsidi): Rp10.000/liter (tetap)
- Bio Solar (subsidi): Rp6.800/liter (tetap)














Leave a Reply
View Comments