Gempa M 7,7 Guncang NTT, Wisatawan Labuan Bajo Panik dan Berhamburan Keluar Hotel

Kondisi air laut di Labuan Bajo yang sempat surut usai terjadi gempa NTT M 7,7 pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. (Threads/maulidyamrn)

LABUAN BAJO — Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari, membuat sejumlah wisatawan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, panik.

Detik-detik kepanikan tersebut terekam dalam sejumlah video yang kemudian beredar di media sosial. Para pengunjung hotel terlihat berlarian keluar dan berkumpul di area lobi setelah merasakan guncangan kuat.

Salah satu video dibagikan melalui akun Threads @maulidyamrn. Dalam unggahannya, pemilik akun memperlihatkan situasi di hotel setelah gempa sekaligus kondisi laut yang berada tidak jauh dari lokasi penginapan.

Pemilik akun menyebut air laut di sekitar hotel sempat terlihat surut setelah gempa susulan dirasakan.

“Gempa di Labuan Bajo. Sebelum ada gempa susulan, air laut belum surut, begitu gempa susulan berlanjut air laut mulai surut,” tulisnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati dan menjaga keselamatan.

Basarnas Datang Beri Arahan

Dalam unggahan berikutnya, pemilik akun menyebut gempa susulan masih beberapa kali dirasakan. Petugas Basarnas bahkan disebut telah mendatangi hotel untuk memberikan arahan kepada para pengunjung.

Petugas mengarahkan penghuni hotel untuk menjauh dari kawasan pesisir dan menuju tempat yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi.

“Gempa susulan masih terus berlanjut, air laut pasang surut dan tadi pihak Basarnas juga sudah datang ke hotel tempat aku stay (Katamaran) memberi arahan untuk berlindung ke arah utara dan naik ke dataran tinggi,” tulisnya.

Ia kemudian mengunggah kondisi air laut yang disebut sempat naik sebelum kembali surut.

Situasi tersebut membuat wisatawan semakin waspada, terlebih gempa sebelumnya sempat memicu peringatan dini tsunami.

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami

BMKG menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa tersebut telah berakhir setelah hasil pemantauan menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan.

BMKG juga melaporkan gelombang tsunami dengan ketinggian di bawah satu meter di sejumlah wilayah.

“Peringatan dini Tsunami yang disebabkan oleh gempa mag:7, tanggal: 15-Aug-26 04:58:24 WIB, dinyatakan telah berakhir,” demikian informasi BMKG.

Gempa terjadi sekitar pukul 04.58.24 WIB. Episenter berada di wilayah laut sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer berdasarkan informasi BMKG yang dikutip dalam laporan tersebut.

BMKG menjelaskan gempa berkaitan dengan aktivitas sesar naik busur belakang Flores.

Meski peringatan tsunami telah berakhir, masyarakat di wilayah terdampak tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti arahan petugas.

Sementara itu, BNPB telah mengerahkan tim penanganan darurat ke wilayah terdampak. Berdasarkan pemutakhiran data hingga pukul 08.00 WIB, tercatat satu orang meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka.

Sekitar 2.000 warga di Kabupaten Nagekeo juga melakukan evakuasi mandiri sebagai langkah kewaspadaan setelah gempa dan peringatan dini tsunami. (*)