Pemprov Kaltara Perkuat Literasi Digital Pelajar, Dorong Gen Z Bijak Bermedia

literasi digital, pelajar kaltara, gen z, dkisp kaltara, pendidikan, media sosial, keamanan digital

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat literasi digital di kalangan pelajar melalui Sosialisasi Literasi Digital bagi Pelajar se-Kabupaten Bulungan yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kaltara di Gedung Gubernur Kaltara, Selasa (15/9/2026).

Mengusung tema “Gen Z Cerdas Digital: Bijak Bermedia, Aman Berinternet, Produktif Berkarya”, kegiatan tersebut dibuka Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kaltara, H. Sapi’i, S.T., M.A.P.

Dalam sambutannya, Sapi’i mengatakan generasi Z merupakan kelompok yang sejak usia dini telah akrab dengan internet dan berbagai perangkat digital. Kondisi tersebut menjadi peluang besar untuk mendorong pelajar memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkomunikasi, mengembangkan kreativitas hingga membuka peluang usaha.

Namun, kemudahan tersebut juga diikuti berbagai tantangan. Pelajar perlu memiliki kemampuan memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh hoaks, penipuan digital, perundungan siber hingga praktik judi online.

“Gunakan media sosial dengan bijak. Saring informasi sebelum membagikannya dan jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya,” kata Sapi’i.

Ia menekankan, kecerdasan digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat dan aplikasi, tetapi juga menyangkut etika dalam berkomunikasi di ruang digital.

Menurutnya, setiap aktivitas di internet meninggalkan rekam jejak digital. Karena itu, pelajar harus memahami bahwa setiap unggahan, komentar maupun informasi yang dibagikan perlu dipertimbangkan secara matang dan dilakukan secara bertanggung jawab.

Sapi’i juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan data pribadi. Pelajar diminta tidak sembarangan membagikan informasi sensitif, seperti kata sandi, nomor identitas maupun lokasi kepada orang yang tidak dikenal.

Di sisi lain, ia mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi mampu menggunakannya untuk menghasilkan karya yang produktif dan memberikan manfaat.

Teknologi, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk mempelajari keterampilan baru, mengembangkan bakat, membangun usaha berbasis digital hingga memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Bulungan kepada masyarakat luas.

“Saya ingin anak-anak kita tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang positif dan inovatif,” ujarnya.

Sapi’i menilai Tanjung Selor sebagai ibu kota Provinsi Kaltara membutuhkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, kreatif dan memiliki daya saing. Untuk itu, penguatan literasi digital tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Peran sekolah, guru, orang tua dan masyarakat juga diperlukan untuk menciptakan lingkungan digital yang sehat bagi generasi muda.

Kepada para guru pendamping, Sapi’i meminta agar terus memberikan bimbingan kepada pelajar dalam menghadapi perkembangan teknologi. Guru diharapkan tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga fasilitator yang membantu siswa memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus memahami risiko yang ada di ruang digital.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat mendorong perubahan perilaku pelajar dalam menggunakan teknologi sehari-hari.

“Mari jadikan teknologi sebagai sarana untuk belajar, berkarya, berprestasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (dkisp)