Kegiatan tersebut dibuka secara resmi dan dihadiri Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal A. Paliwang, delegasi dari Negeri Sabah, Malaysia, Wali Kota Tarakan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Utara, serta jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
Pertemuan tahunan ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat hubungan kerja sama antara Provinsi Kalimantan Utara dan Negeri Sabah, Malaysia, khususnya dalam mendukung pembangunan kawasan perbatasan yang berdaya saing, aman, dan berkelanjutan.
Berbagai isu strategis menjadi pembahasan dalam sidang tersebut, mulai dari sektor ekonomi dan perdagangan, sosial budaya, hingga kerja sama pengelolaan wilayah perbatasan. Hasil pembahasan diharapkan mampu melahirkan berbagai kesepakatan yang berdampak positif bagi masyarakat di kedua wilayah.
Ketua DPRD Kalimantan Utara, H. Achmad Djufrie, mengatakan DPRD memberikan dukungan penuh terhadap forum kerja sama yang telah terjalin selama puluhan tahun tersebut karena memiliki peran penting dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan perbatasan.
“Kerja sama antara Kalimantan Utara dan Negeri Sabah bukan hanya menyangkut hubungan antardaerah, tetapi juga menjadi jembatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan. DPRD Kalimantan Utara mendukung setiap langkah yang mampu membuka peluang ekonomi, memperkuat konektivitas, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah perbatasan,” ujar Achmad Djufrie.
Ia menilai, wilayah perbatasan memiliki potensi besar untuk berkembang apabila didukung dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah di kedua wilayah.
“Forum seperti ini harus mampu menghasilkan program-program yang nyata dan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Tidak hanya sebatas kesepakatan di atas kertas, tetapi juga diwujudkan melalui peningkatan perdagangan, investasi, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan infrastruktur yang saling mendukung,” katanya.
Menurut Achmad Djufrie, DPRD Kalimantan Utara akan terus mendorong pemerintah daerah agar memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Negeri Sabah, dalam mengoptimalkan potensi kawasan perbatasan sebagai beranda terdepan Indonesia.
“Kami berharap hubungan baik yang selama ini terjalin semakin erat dan menghasilkan berbagai terobosan baru yang dapat mempercepat pembangunan, memperkuat persahabatan kedua wilayah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Utara maupun Negeri Sabah,” tutupnya.
Sidang Ke-28 Tingkat Provinsi Kalimantan Utara–Peringkat Negeri Sabah Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama lintas batas yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, peningkatan perekonomian, serta terciptanya kawasan perbatasan yang aman, maju, dan sejahtera. (*)














Leave a Reply
View Comments