Respons Cepat BNPB, Empat Ton Bantuan Logistik Diterbangkan ke Krayan Selatan

Bantuan BNPB Diterbangkan untuk Warga Terdampak Longsor Krayan Selatan.(ist)

NUNUKAN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan. Sebanyak lebih dari empat ton bantuan senilai sekitar Rp200 juta diterbangkan ke wilayah perbatasan yang hingga kini masih terisolasi akibat longsor.

Tenaga Ahli Kepala BNPB, Kolonel (Purn.) Agus Marsanto, mengatakan bantuan dikirim segera setelah Pemerintah Kabupaten Nunukan menetapkan status tanggap darurat bencana. BNPB kemudian menugaskan tim ke Kalimantan Utara untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi.

“Bantuan ini merupakan bentuk kehadiran negara bagi masyarakat di wilayah perbatasan. Kami ingin memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama akses jalan belum dapat digunakan,” ujar Agus saat pelepasan bantuan logistik di Bandara Nunukan, Jumat (24/7/2026).

Pelepasan bantuan dipmpin Wakil Bupati Nunukan Hermanus dan Kepala Pelaksana BPBD Nunukan H. Asmar.

Agus menjelaskan, hujan berintensitas tinggi sejak awal Juli memicu longsor di sejumlah titik pada ruas jalan penghubung Long Bawan–Long Layu. Akibatnya, jalur distribusi logistik menuju Krayan Selatan terputus sehingga pasokan bahan pangan dan kebutuhan pokok masyarakat mengalami hambatan.

Meski bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, dampaknya sangat dirasakan masyarakat. Terputusnya akses darat membuat distribusi logistik dari luar daerah tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Sebagai bentuk dukungan penanganan darurat, BNPB mengirimkan berbagai kebutuhan pokok, di antaranya paket sembako, susu, serta hygiene kit. Total bantuan yang disalurkan mencapai lebih dari empat ton dengan nilai sekitar Rp200 juta.

Menurut Agus, proses pengiriman logistik menjadi tantangan tersendiri karena seluruh bantuan harus diangkut menggunakan pesawat komersial. Hingga saat ini, jalur darat menuju Krayan Selatan belum dapat dilalui akibat longsor.

“Setiap penerbangan hanya mampu membawa sekitar 600 kilogram. Karena itu, seluruh bantuan tidak bisa dikirim sekaligus dan akan diterbangkan secara bertahap sampai seluruh logistik tiba di lokasi,” jelasnya.

BNPB menegaskan biaya distribusi tidak menjadi pertimbangan utama dalam operasi kemanusiaan tersebut. Yang menjadi prioritas adalah memastikan masyarakat terdampak tetap memperoleh bantuan secepat mungkin.

“Kami tidak menghitung besar kecilnya biaya pengiriman. Yang paling penting adalah masyarakat yang terdampak tetap mendapatkan bantuan. Itulah komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang menghadapi bencana,” tegas Agus.

BNPB memastikan akan terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Nunukan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, dan Pemerintah Kabupaten Nunukan hingga seluruh bantuan tersalurkan serta kondisi masyarakat di Krayan Selatan berangsur pulih. Selain penyaluran logistik, pemerintah juga terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi akses menuju wilayah terdampak guna mempercepat proses pemulihan pascabencana. (*)