TANJUNG SELOR – Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., memimpin langsung kegiatan pakta integritas dan pengambilan sumpah panitia, peserta, serta orang tua dalam rangka penerimaan terpadu anggota Polri Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Rupatama Bharadaksa, Selasa (31/03/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Wakapolda Kaltara Brigjen Pol. Yusuf, S.I.K., M.Hum., Karo SDM Polda Kaltara Kombes Pol. Warsono, S.H., S.I.K., M.H., serta para pejabat utama Polda Kaltara, panitia seleksi, peserta, dan orang tua calon anggota Polri.
Tercatat sebanyak 1.326 peserta mengikuti seleksi penerimaan Polri tahun ini, terdiri dari 1.150 pria dan 176 wanita. Rinciannya yakni Taruna Akpol 45 orang (43 pria dan 2 wanita), Bintara 1.255 orang (1.081 pria dan 174 wanita), serta Tamtama 26 orang yang terdiri dari 21 Brimob dan 5 Polair.
Dalam sambutannya, Kapolda Kaltara menegaskan bahwa proses rekrutmen akan dilaksanakan secara transparan, akuntabel, serta mengedepankan prinsip clear and clean dengan pengawasan berlapis.
“Seluruh tahapan seleksi dilakukan secara terbuka dengan dukungan sistem digital melalui aplikasi C&C Polri. Ini untuk memastikan tidak ada ruang bagi praktik kecurangan,” tegas Kapolda.
Ia juga menekankan penggunaan teknologi face matching sebagai salah satu instrumen pengawasan untuk menjamin objektivitas hasil seleksi, sekaligus memperkuat sistem pengawasan internal dan eksternal.
Kapolda mengingatkan seluruh panitia agar menjaga integritas dan profesionalisme selama proses seleksi berlangsung, karena rekrutmen Polri merupakan pintu awal pembentukan sumber daya manusia Polri yang unggul dan Presisi.
“Pakta integritas yang telah ditandatangani harus benar-benar dijalankan. Bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi komitmen moral dalam setiap tahapan seleksi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolda mengajak seluruh peserta dan orang tua untuk ikut mengawasi jalannya seleksi serta segera melaporkan apabila ditemukan indikasi pelanggaran.
Dengan komitmen tersebut, Polda Kaltara menegaskan keseriusannya dalam mewujudkan rekrutmen anggota Polri yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik KKN demi melahirkan generasi Polri yang profesional dan berintegritas. (*)














Leave a Reply
View Comments