Operasi SAR Hari Ketiga, Korban Jatuh dari Speed di Sungai Sesayap Masih Dalam Pencarian

Tim SAR Sisir Sungai Sesayap, ABK Hilang Sejak Kamis Masih Dicari

TANA TIDUNG – Memasuki hari ketiga, Tim SAR Gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap korban kecelakaan kapal jenis speed boat di Sungai Sesayap, Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.

Kepala Kantor SAR (Kansar) Tarakan, Syahril, melalui Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Tarakan, Dede Hariana, menyampaikan bahwa operasi pencarian korban yang terjatuh (man overboard) dari Speed Habibi rute Tarakan–Tana Tidung terus diintensifkan.

“Pada hari ketiga ini, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing pada pukul 06.00 WITA, kemudian bertolak menuju lokasi kejadian untuk melanjutkan pencarian sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan,” ujar Dede Hariana.

Ia menjelaskan, informasi kejadian pertama kali diterima Kantor SAR Tarakan dari Kepala Pelaksana BPBD Tana Tidung, Didik, pada Kamis (19/3/2026) pukul 18.40 WITA. Sebelumnya, insiden terjadi sekitar pukul 16.35 WITA di Sungai Sesayap.

“Korban merupakan anak buah kapal (ABK) yang terjatuh saat speed boat dihantam arus sungai. Saksi di lokasi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke BPBD Tana Tidung dan diteruskan ke Kantor SAR Tarakan,” jelasnya.

Korban diketahui bernama Firman (25), warga Kabupaten Tana Tidung, yang hingga kini masih dalam pencarian.

Dalam operasi hari ketiga, tim SAR melakukan penyisiran di sejumlah titik yang telah ditentukan sebagai area pencarian (search area), dengan mempertimbangkan arah arus sungai dan kemungkinan pergerakan korban.

Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini meliputi Kantor SAR Tarakan, BPBD Kabupaten Tana Tidung, Brimob Tana Tidung, Bhabinkamtibmas Polsek Sesayap, Polairud Polres Tana Tidung, serta keluarga dan masyarakat setempat.

Untuk mendukung pencarian, tim SAR mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya satu unit Rescue Dimex, satu unit Rigid Buoyancy Boat (RBB), satu set perlengkapan medis, serta empat unit alat komunikasi.

“Hingga saat ini, tidak terdapat kendala atau faktor penghambat yang signifikan di lapangan. Tim akan terus melakukan upaya maksimal agar korban segera ditemukan,” tutup Dede. (*)