Tradisi Beduk Sahur Satukan Warga, 16 Regu Ramaikan Lomba di Juata Laut

Ketua LPM Juata Laut, Agusalim

TARAKAN – Suasana Ramadan di wilayah utara Kota Tarakan terasa semakin semarak dengan digelarnya Lomba Beduk Sahur se-Kota Tarakan di Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kamis (12/03/2026) malam. Kegiatan yang digagas oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Juata Laut ini diikuti oleh 16 regu peserta dari berbagai wilayah di Kota Tarakan.

Tabuhan beduk yang bersahut-sahutan menggema di sepanjang kawasan pesisir Juata Laut, menarik perhatian masyarakat yang datang berbondong-bondong untuk menyaksikan perlombaan tersebut. Bagi warga setempat, kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi Ramadan yang selalu dinantikan setiap tahun.

Ketua LPM Juata Laut, Agusalim, menyampaikan bahwa lomba beduk sahur merupakan agenda tahunan yang terus dipertahankan karena memiliki nilai kebersamaan yang kuat di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk mempererat silaturahmi antarwarga serta membangun kekompakan masyarakat, khususnya masyarakat wilayah utara. Selain itu, lomba beduk sahur juga menjadi upaya menjaga dan melestarikan budaya yang sudah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini juga memberikan semangat tersendiri bagi masyarakat dalam menyambut dan menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

Agusalim berharap kegiatan tersebut tidak hanya berhenti sebagai kegiatan rutin, tetapi dapat terus dikembangkan dan dilaksanakan dengan lebih baik di masa mendatang.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus kita pertahankan bahkan kita tingkatkan ke depannya. Tujuannya tentu untuk kemajuan bersama dan mempererat hubungan silaturahmi di tengah masyarakat,” katanya.

Antusiasme masyarakat terhadap lomba beduk sahur, lanjutnya, tetap tinggi dari tahun ke tahun. Hal ini terlihat dari banyaknya warga yang hadir memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan jalannya perlombaan.

“Kegiatan ini memang menjadi hiburan bagi masyarakat, khususnya warga di wilayah utara. Dari tahun ke tahun masyarakat selalu menunggu kegiatan ini karena selain meramaikan Ramadan, juga menjadi ajang berkumpul dan bersilaturahmi,” jelasnya.

Meski demikian, panitia mengakui pada tahun ini terdapat beberapa kendala dalam persiapan kegiatan, terutama terkait keterbatasan sumber daya manusia sehingga pelaksanaan lomba sedikit mengalami keterlambatan.

“Kami akui ada beberapa kendala teknis dalam persiapan, terutama keterbatasan SDM. Hal ini kemungkinan juga berdampak pada jumlah peserta yang ikut berpartisipasi tahun ini,” ungkapnya.

Di sisi lain, kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Banyak pedagang memanfaatkan keramaian acara untuk berjualan berbagai makanan dan minuman.

“Momentum seperti ini juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk berjualan dan menambah penghasilan mereka,” tambah Agusalim.

Pelaksanaan lomba beduk sahur ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kota Tarakan, Kecamatan Tarakan Utara, Kelurahan Juata Laut, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Koramil Tarakan Utara, Polsek Tarakan Utara, TNI AL, ORARI, para pengusaha pesisir, serta berbagai organisasi masyarakat.

“Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Dukungan tersebut menjadi bukti bahwa kebersamaan dan semangat gotong royong masih sangat kuat di tengah masyarakat,” tutupnya. (*)