TARAKAN – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kalimantan Utara berlangsung dengan nuansa berbeda. Tanpa aksi demonstrasi besar, serikat buruh memilih mengisi momentum ini dengan kegiatan sosial dan ruang dialog yang lebih konstruktif.
Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kalimantan Utara, Raden Yusuf, mengatakan pihaknya tetap turun ke jalan pada 1 Mei, namun dengan pendekatan yang lebih humanis.
“Kita tetap turun ke jalan, tapi bukan untuk demo. Kita akan berbagi sembako kepada buruh, penyapu jalan, dan masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Aksi berbagi sembako dijadwalkan berlangsung usai salat Jumat. Kegiatan ini diharapkan menjadi bentuk kepedulian nyata sekaligus menghadirkan peringatan May Day yang lebih sejuk dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Selain itu, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan senam sehat dan kerja bakti yang digelar oleh DPC FKUI KSBSI Kota Tarakan di kawasan Juata Permai. Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan antara buruh dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan harmonis.
Tak hanya kegiatan sosial, KSBSI Kaltara juga menyiapkan agenda strategis melalui Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang dijadwalkan berlangsung pada 11–12 Mei 2026. Dalam forum tersebut, berbagai isu ketenagakerjaan akan dibahas secara terbuka melalui dialog bersama pemangku kepentingan.
Beberapa isu yang akan menjadi fokus pembahasan antara lain dorongan ratifikasi Konvensi ILO Nomor 190 tentang penghapusan kekerasan di dunia kerja, pembatasan sistem outsourcing, percepatan revisi undang-undang ketenagakerjaan, hingga penyediaan perumahan bagi buruh di kawasan industri.
Di tingkat daerah, KSBSI juga menyoroti belum terbentuknya Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Kalimantan Utara. Lembaga tersebut dinilai penting sebagai sarana penyelesaian perselisihan hubungan kerja.
“Kami mengapresiasi Gubernur Kaltara yang sudah bersurat ke Mahkamah Agung sejak 2021. Tapi perlu tindak lanjut agar PHI segera terbentuk di Kaltara,” tegas Raden.
Ia menambahkan, forum dialog dalam Rakerwil nantinya akan menjadi ruang penting bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi, termasuk mendorong percepatan pembentukan PHI di daerah.
Rangkaian kegiatan ini rencananya juga akan dihadiri Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban serta Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Dedi Hardianto.
Dengan konsep yang lebih humanis dan solutif, May Day 2026 di Kaltara diharapkan tidak hanya menjadi simbol perjuangan buruh, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.(*)














Leave a Reply
View Comments