Tim Patroli PHM Selamatkan Enam Awak Kapal Tenggelam di Perairan Mahakam

tim patroli phm selamatkan enam awak kapal di delta mahakam

MUARA PANTUAN — Respons cepat tim patroli keamanan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil menyelamatkan enam awak kapal masyarakat yang mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan Delta Mahakam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (1/9/2026), saat kapal masyarakat berlayar dari Muara Pantuan menuju Pulau Nubi, Kecamatan Anggana. Kondisi angin dan gelombang yang kurang bersahabat membuat kapal terhempas, kemasukan air, hingga akhirnya tenggelam di sekitar area sumur migas yang dikelola PHM.

Kapal yang membawa enam awak tersebut pertama kali diketahui mengalami kecelakaan oleh awak kapal TB Paramount Fortune yang melintas di perairan dangkal Delta Mahakam sekitar pukul 17.45 WITA.

Dari kapal tersebut, awak TB Paramount Fortune melihat sebuah kapal masyarakat telah tenggelam sekitar 3,2 kilometer dari daratan. Enam awak kapal terlihat melambaikan tangan untuk meminta pertolongan.

Informasi itu kemudian diteruskan kepada tim patroli keamanan PHM dari Fasilitas South Processing Unit (SPU). Tim langsung bergerak menuju lokasi menggunakan armada ST Ruhen 28.

Sekitar pukul 18.20 WITA, seluruh enam awak kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Setelah proses evakuasi, keenam awak kapal mendapatkan tempat untuk beristirahat dan penanganan lebih lanjut. PHM juga melakukan pendampingan untuk memastikan kondisi mereka tetap baik serta berkoordinasi dengan pemerintah setempat terkait kebutuhan dan proses kepulangan.

General Manager PHM Muzwir Wiratama mengapresiasi kesigapan tim patroli dalam merespons kondisi darurat tersebut.

“Bagi kami, melihat enam saudara kita berhasil diselamatkan dan dapat segera kembali berkumpul dengan keluarganya merupakan kebahagiaan tersendiri,” ujar Muzwir.

Menurutnya, respons terhadap kondisi darurat di sekitar wilayah operasi merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap keselamatan dan kemanusiaan.

PHM, lanjut Muzwir, menempatkan keselamatan manusia, fasilitas, dan lingkungan sebagai prioritas dalam menjalankan kegiatan hulu migas.

“Kepedulian terhadap keselamatan pekerja dan masyarakat sekitar merupakan bagian dari komitmen PHM dalam menjalankan kegiatan hulu migas yang selamat, andal, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,” tegasnya.

PHM memastikan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terus dilakukan hingga keenam awak kapal tersebut dapat kembali ke daerah asal dan berkumpul bersama keluarga.

“Keselamatan dan kemanusiaan menjadi hal yang utama. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan di sekitar wilayah operasi, kami akan berupaya memberikan respons terbaik sesuai kemampuan dan prosedur yang kami miliki,” pungkasnya.