Jembatan Garuda Juata Kerikil Diresmikan, Warga Kini Lebih Mudah Beraktivitas

Jembatan Garuda Juata Kerikil Resmi Digunakan Warga

TARAKAN — Senyum sumringah terpancar dari wajah warga RT 03 dan RT 11 Kelurahan Juata Kerikil, Kecamatan Tarakan Utara. Akses mobilitas dan aktivitas perekonomian warga kini semakin mudah setelah Jembatan Garuda di wilayah tersebut resmi diresmikan, Kamis (13/8/2026).

Peresmian Jembatan Garuda ini menjadi bagian dari program pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Peresmian dilakukan bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang didampingi Panglima TNI, Kapolri, jajaran kementerian/lembaga serta pemerintah daerah melalui fasilitas video teleconference.

Secara nasional, kegiatan tersebut mencakup peresmian 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih.

Di Kota Tarakan, Jembatan Garuda yang berada di RT 03 Kelurahan Juata Kerikil menjadi salah satu infrastruktur yang telah rampung dan siap dimanfaatkan masyarakat.

Komandan Kodim (Dandim) 0907/Tarakan, Letkol Inf Danan Wisnubrata, mengatakan jembatan tersebut menjadi proyek perdana di Kota Tarakan dalam program tersebut yang telah mencapai progres 100 persen dan langsung diresmikan untuk digunakan masyarakat.

“Untuk Kota Tarakan baru satu di RT 3 ini yang 100 persen. Tetapi kita juga mengerjakan masih ada lagi 12 titik, yang satu Aramco dan 11 jembatan beton. Itu tersebar di empat kecamatan yang ada di Kota Tarakan,” ujar Danan saat memberikan keterangan di lokasi.

Selain pembangunan jembatan, program tersebut juga mencakup pembangunan sarana air bersih berupa sumur bor. Salah satunya berada di wilayah Binalatung.

Menurut Danan, penentuan lokasi pembangunan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat dan kebutuhan infrastruktur yang dinilai mendesak.

Karena itu, masyarakat diminta aktif menyampaikan kebutuhan pembangunan melalui Babinsa yang berada di masing-masing kelurahan.

“Berdasarkan laporan warga dan kebutuhan dari warga. Makanya warga silakan melaporkan ke para Babinsa yang ada di kelurahannya masing-masing,” katanya.

Danan menjelaskan, dukungan pembangunan melalui program tersebut tidak terbatas pada jembatan. Sejumlah fasilitas yang menyangkut kebutuhan masyarakat juga dapat menjadi perhatian, seperti pesantren, panti asuhan, rumah tidak layak huni hingga tempat ibadah.

“Programnya banyak, jadi bisa kita perbaiki pesantren atau panti asuhan, rumah tidak layak huni, kemudian tempat ibadah,” tambahnya.

Ia berharap keberadaan Jembatan Garuda di Juata Kerikil dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas warga yang selama ini membutuhkan akses penghubung antarkawasan.

Bagi warga RT 03 dan RT 11, keberadaan jembatan tersebut juga diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari. Akses yang lebih mudah dapat memperlancar pergerakan orang maupun barang serta menunjang kegiatan masyarakat.

Danan menegaskan pembangunan infrastruktur berbasis kebutuhan masyarakat akan terus didorong melalui koordinasi antara aparat kewilayahan dan warga.

“Yang paling penting adalah kebutuhan masyarakat. Kalau memang ada kebutuhan yang mendesak, silakan disampaikan melalui Babinsa agar bisa kita inventarisasi dan dikoordinasikan,” pungkasnya.

Dengan diresmikannya Jembatan Garuda tersebut, masyarakat Juata Kerikil kini memiliki akses penghubung yang lebih memadai untuk menunjang aktivitas sehari-hari sekaligus membuka peluang peningkatan mobilitas dan perekonomian warga. (*)