NUNUKAN – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa hingga wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang turun langsung membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangkitkan semangat nasionalisme masyarakat di kawasan perbatasan sekaligus mengajak warga mengibarkan Merah Putih dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Bersama Bupati Nunukan H. Irwan Sabri dan jajaran pemerintah, Gubernur membagikan bendera kepada warga yang ditemui di kawasan Pulau Sebatik.

Warga menyambut antusias. Satu per satu bendera diterima untuk kemudian dipasang di rumah, toko, maupun lingkungan tempat tinggal.
Gubernur Zainal menegaskan, kegiatan tersebut menjadi momentum kebangsaan yang penting dilakukan di wilayah perbatasan.
“Ini kegiatan kebangsaan di wilayah perbatasan Sebatik, Kabupaten Nunukan. Harapan kita, khususnya masyarakat perbatasan tetap menjaga persatuan, nasionalisme, kemudian menjaga dengan baik wilayah perbatasan kita,” ujar Zainal.
Pedagang Bendera Ikut Ketiban Berkah
Di balik semarak pembagian bendera Merah Putih, ada cerita menarik dari para pedagang bendera di bilangan Jalan Mulawarman, Kota Tarakan.
Kehadiran Gubernur tidak hanya membawa pesan kebangsaan, tetapi juga memberikan berkah bagi pedagang kecil. Sejumlah bendera yang mereka jual diborong Gubernur.
Salah satunya Daris, pedagang bendera, mengaku tidak menyangka dagangannya dibeli dalam jumlah cukup banyak.
Menurut Daris, sekitar 80 bendera berukuran 1,20 meter dibeli Gubernur.
“Alhamdulillah, nggak nyangka juga. Tiba-tiba istilahnya keborong banyak, 80 biji,” kata Daris, Jumat (07/08/2026).
Ia mengatakan pembelian tersebut cukup membantu, terutama karena kondisi penjualan bendera sebelumnya relatif sepi.
“Sehari-hari paling laku 10 sampai 15,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan Didi Mashudi, pedagang bendera lainnya. Ia mengaku sekitar 40 bendera miliknya Gubernur.
Menurut Didi, perhatian tersebut sangat membantu usahanya yang sedang menghadapi kondisi penjualan yang sepi.
“Sangat membantu Pak. Terima kasih,” ungkapnya.
Didi berharap momentum menjelang 17 Agustus dapat meningkatkan penjualan bendera, sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat memasang Merah Putih di lingkungan masing-masing.
“Mudah-mudahan banyak lagi pembeli. Mudah-mudahan masyarakat yang datang ke sini lebih memiliki kesadaran memasang bendera, sehingga lebih banyak yang laku,” harap Didi.
Merah Putih dari Beranda Terdepan Indonesia
Bagi masyarakat Pulau Sebatik, kehadiran pemerintah di wilayah perbatasan bukan sekadar kegiatan seremonial.
Pembagian bendera menjadi pesan bahwa masyarakat perbatasan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di garis depan negeri, Merah Putih bukan hanya menjadi simbol perayaan HUT Kemerdekaan, tetapi juga lambang kebanggaan dan kecintaan terhadap Indonesia.
Dari Pulau Sebatik, semangat menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81 hadir melalui bendera yang dikibarkan, senyum masyarakat, serta rezeki yang ikut dirasakan para pedagang kecil.
Semangat itu menjadi pengingat bahwa cinta kepada NKRI dapat tumbuh dari hal sederhana, termasuk mengibarkan Merah Putih di rumah dan menjaga persatuan di wilayah perbatasan. (*)














Leave a Reply
View Comments