NUNUKAN – Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan utama masyarakat perbatasan. Pasca runtuhnya jembatan penghubung yang menjadi akses utama warga, masyarakat Desa Sungai Limau bersama pemerintah desa dan personel Satgas Pamtas TNI Pos Bukit Keramat bergerak cepat membangun jembatan alternatif agar aktivitas warga tidak terhenti.
Hanya dalam waktu singkat, jembatan alternatif yang dibangun secara swadaya tersebut telah rampung dan mulai digunakan masyarakat sejak Rabu (3/6/2026).
Kepala Desa Sungai Limau, Mardin, mengatakan jembatan sementara itu kini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat yang tidak membawa muatan berat.
“Jembatan alternatif ini sudah bisa digunakan oleh masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Kendaraan roda dua maupun roda empat tanpa muatan berat juga sudah dapat melintas,” ujar Mardin.
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut sepenuhnya merupakan hasil kerja sama masyarakat dan pemerintah desa. Warga secara sukarela menyumbangkan kayu serta berbagai material yang dibutuhkan demi mempercepat pemulihan akses transportasi yang sempat terputus akibat runtuhnya jembatan utama.
Menurutnya, semangat kebersamaan warga menjadi modal penting dalam menghadapi kondisi darurat tersebut. Berkat dukungan seluruh elemen masyarakat, akses yang sebelumnya lumpuh kini kembali dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan sehari-hari.
“Warga secara sukarela menyumbangkan kayu dan berbagai material lain yang diperlukan agar akses masyarakat dapat segera kembali normal,” katanya.
Meski demikian, pemerintah desa masih terus berupaya mencari solusi untuk kendaraan bermuatan berat. Saat ini koordinasi dengan masyarakat terus dilakukan guna menyiapkan jalur alternatif lain yang mampu dilalui truk pengangkut hasil pertanian dari wilayah RT 014.
Langkah tersebut dinilai penting agar distribusi hasil pertanian warga tidak terganggu dan roda perekonomian masyarakat tetap berjalan selama menunggu pembangunan jembatan permanen.
Keberadaan jembatan alternatif ini menjadi solusi sementara yang sangat membantu masyarakat. Selain memulihkan mobilitas warga, akses menuju sekolah, fasilitas pelayanan publik, hingga aktivitas perdagangan dan distribusi hasil kebun kini kembali berjalan.
Dalam proses pembangunannya, personel Satgas Pamtas TNI Pos Bukit Keramat turut turun langsung membantu warga. Kebersamaan antara masyarakat, pemerintah desa, dan aparat TNI menjadi gambaran kuatnya solidaritas masyarakat perbatasan dalam menghadapi berbagai persoalan.
Warga berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen agar akses transportasi di Desa Sungai Limau kembali aman dan mampu menopang aktivitas ekonomi masyarakat dalam jangka panjang. (*)














Leave a Reply
View Comments