PDL Tana Tidung Resmi Dikukuhkan, Wempi W. Mawa Tekankan Kualitas Pengurus dan Kaderisasi

Ketua DPW PDL Kaltara Wempi W. Mawa mengukuhkan Pengurus PDL Kabupaten Tana Tidung periode 2026–2030 di Desa Sapari.
TANA TIDUNG – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persekutuan Dayak Lundayeh (PDL) Provinsi Kalimantan Utara resmi mengukuhkan pengurus baru PDL Kabupaten Tana Tidung periode 2026–2030. Pengukuhan yang dipimpin Ketua DPW PDL Kaltara, Wempi W. Mawa, SE., MH, berlangsung di Desa Sapari, Sabtu (18/7/2026) sore.

Dalam sambutannya, Wempi menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia juga memberikan apresiasi kepada pengurus periode sebelumnya serta panitia pelaksana yang dinilai berhasil menyelenggarakan kegiatan dengan baik meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan.

Menurut Wempi, kepengurusan baru harus mampu membangun organisasi yang berkualitas dan memiliki integritas tinggi. Ia menilai jumlah warga Dayak Lundayeh di Kabupaten Tana Tidung yang kurang dari 2.000 jiwa dari total sekitar 30.000 penduduk justru menjadi tantangan untuk menunjukkan kualitas organisasi.

“Kelebihan dan kekurangan pengurus adalah modal kekuatan. Jika kita punya kualitas, di mana pun kita berada pasti menjadi pilihan,” ujarnya.

Dalam arahannya, Wempi menyampaikan empat pesan penting yang harus menjadi perhatian pengurus PDL Tana Tidung selama masa kepengurusan.

Pertama, pengurus diminta aktif di tengah masyarakat dengan terlibat dalam berbagai kegiatan pemerintah maupun kegiatan sosial. Selain itu, PDL juga diharapkan ikut memberikan perhatian terhadap persoalan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba.

Kedua, organisasi diminta terus melestarikan adat dan budaya Dayak Lundayeh melalui pembinaan sanggar seni, pengembangan desa wisata, hingga berbagai kegiatan sosial budaya.

“Budaya itu kita. Tanpa kita, budaya tidak akan dikenal,” tegas Wempi.

Ketiga, PDL didorong berperan aktif dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan politik. Menurutnya, keterlibatan dalam dunia politik menjadi penting agar masyarakat Dayak Lundayeh memiliki ruang dalam pengambilan kebijakan.

Ia menyebut terdapat tiga faktor utama yang harus dimiliki untuk mampu menjadi pengambil keputusan, yakni kekuatan (power), kemampuan finansial, serta kapasitas sumber daya manusia.

Pesan keempat, Wempi menekankan pentingnya kaderisasi generasi muda sebagai investasi organisasi. Ia berharap estafet kepemimpinan PDL dapat terus berlanjut hingga tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan organisasi, DPW PDL Kalimantan Utara juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 juta untuk mendukung program diskusi dan berbagai kegiatan PDL Kabupaten Tana Tidung.

Menutup sambutannya, Wempi berharap kepengurusan baru mampu membawa PDL menjadi organisasi yang semakin solid, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat Kalimantan Utara.

“Kita tidak hanya harus kuat, tapi juga bisa menjadi terang dan garam di tengah masyarakat,” pungkasnya. (*)