NUNUKAN — Suasana haru bercampur hangat menyelimuti Aula Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nunukan saat serah terima jabatan (sertijab) kepala lapas digelar, Kamis (23/04/2026). Momen ini menjadi penanda berakhirnya pengabdian Puang Dirham di Nunukan sekaligus awal langkah Donny Setiawan memimpin dengan semangat baru.
Prosesi berlangsung khidmat, dipimpin Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman, disaksikan jajaran Forkopimda, perwakilan pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat. Namun lebih dari sekadar seremoni, acara ini terasa seperti ruang perpisahan yang akrab—penuh kenangan dan harapan.
Dalam sambutannya, Endang tak hanya menyampaikan pesan formal, tetapi juga penghargaan tulus atas dedikasi Puang Dirham selama memimpin. Ia menilai, kepemimpinan bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan membangun kebersamaan di tengah keterbatasan.
Puang Dirham sendiri tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan suara yang tenang namun sarat emosi, ia mengenang perjalanan hampir dua tahun enam bulan yang diwarnai berbagai dinamika.
“Ini bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang kebersamaan dan perjuangan kita semua. Banyak hal kita lalui bersama, dari keterbatasan fasilitas hingga situasi darurat yang menguji kepedulian kita terhadap sesama,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung momen-momen kemanusiaan yang paling membekas—ketika petugas harus berjibaku hingga larut malam demi memastikan kondisi warga binaan tetap tertangani dengan baik.
Di akhir sambutannya, Puang Dirham menyampaikan permohonan maaf, sebuah gestur sederhana yang justru memperlihatkan kedekatan emosionalnya dengan seluruh jajaran dan masyarakat.
Sementara itu, Donny Setiawan hadir membawa semangat baru. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa Lapas bukan sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan ruang pembinaan untuk memulihkan kehidupan.
“Kita ingin menghadirkan pemasyarakatan yang lebih manusiawi. Warga binaan bukan hanya menjalani masa pidana, tetapi juga dipersiapkan untuk kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, menyadari bahwa keberhasilan pembinaan tidak bisa berdiri sendiri.
Dukungan itu turut ditegaskan Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui sambutan Bupati yang dibacakan Asisten II Juni Mardiansyah. Sinergi antara lapas, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga keamanan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama. Senyum dan jabat tangan yang saling terukir menjadi simbol bahwa pergantian ini bukan sekadar formalitas, melainkan kelanjutan dari nilai-nilai pengabdian.
Di balik pergantian kepemimpinan, tersimpan harapan besar: agar Lapas Nunukan terus menjadi tempat yang tidak hanya menjaga, tetapi juga memanusiakan—mengubah perjalanan hidup warga binaan menuju lembaran yang lebih baik.














Leave a Reply
View Comments