TANJUNG SELOR – Sebanyak 153 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kalimantan Utara berdasarkan pemantauan satelit pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Informasi tersebut disampaikan Forecaster On Duty BMKG Kalimantan Utara berdasarkan Peta Sebaran Titik Panas (Hotspot Map) yang bersumber dari data BRIN dan diolah oleh BMKG.
Dari total 153 titik panas yang terdeteksi, sebanyak 143 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang, sembilan titik dengan tingkat kepercayaan rendah, dan satu titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi.
Pemantauan menggunakan sejumlah satelit, yakni Terra, Aqua, S-NPP dan NOAA20.
Data pada peta menunjukkan pemantauan dilakukan pada 12 Agustus 2026 hingga pukul 18.00 WITA, atau pukul 17.00 WIB.
Forecaster On Duty BMKG Kalimantan Utara mengingatkan bahwa keberadaan titik panas perlu menjadi perhatian, terutama sebagai indikator awal potensi kebakaran hutan dan lahan.
Meski demikian, hotspot tidak serta-merta menunjukkan adanya kebakaran, karena diperlukan pengecekan atau verifikasi lebih lanjut di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Masyarakat di wilayah Kalimantan Utara diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan terbuka dan lahan yang mudah terbakar.
BMKG juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik panas sebagai bagian dari upaya mendukung kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Utara.
Sumber: Forecaster On Duty BMKG Kalimantan Utara.














Leave a Reply
View Comments