KARANGANYAR – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Adi Soemarmo terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui program konservasi flora di kawasan Gunung Lawu. Upaya tersebut diwujudkan lewat aksi penanaman pohon di kawasan Balai Taman Hutan Raya (Tahura) K.G.P.A.A. Mangkunagoro I, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2026).
Mengusung tema “Penguatan Ekosistem Berkelanjutan Melalui Konservasi Flora”, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup sekaligus implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berorientasi pada pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Pertamina Patra Niaga melakukan penanaman simbolis bibit pohon jenis puspa, kayu manis, dan pasang. Sepanjang 2026, perusahaan menargetkan penanaman 1.725 pohon sebagai bagian dari program konservasi yang telah berjalan secara berkesinambungan.
Program tersebut merupakan kelanjutan dari Konservasi Flora Fauna Gunung Lawu dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Konservasi yang telah dijalankan sejak 2022. Tahun ini menjadi tahun kelima kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga dan Balai Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I dalam menjaga kelestarian kawasan hutan Gunung Lawu.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan pelestarian lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan.
“Konservasi bukan sekadar kewajiban, tapi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasi kami,” ujarnya.
Menurutnya, Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjalankan operasional yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat maupun lingkungan.
Apresiasi juga disampaikan Plt. Kepala Balai Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I, Suhirin, S.Hut., M.Si. Menurutnya, dukungan Pertamina Patra Niaga selama lima tahun terakhir memberikan dampak nyata terhadap upaya pelestarian kawasan Gunung Lawu.
“Sinergi ini sangat membantu kami merawat ekosistem Gunung Lawu, mulai dari pembibitan, perlindungan satwa, hingga pemberdayaan kelompok tani hutan di kawasan penyangga,” katanya.
Selama lima tahun pelaksanaan program, berbagai capaian berhasil diwujudkan. Sebanyak 21.350 bibit pohon telah ditanam bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Tambak Indah. Selain itu, 54 pohon anggrek langka dirawat bersama KTH Green Lawu, serta dilakukan konservasi satwa yang meliputi empat ekor jalak bali, lima ekor landak jawa, dan dua ekor rusa timor.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran manajemen PT Pertamina (Persero), Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Balai Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah X, serta Kelompok Tani Hutan Tambak Indah sebagai mitra binaan dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.
Sebagai tindak lanjut, AFT Adi Soemarmo bersama Pertamina Patra Niaga dijadwalkan kembali menggelar aksi penanaman pohon di kawasan Bukit Mongkrang pada Agustus 2026.
Program konservasi ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan penanganan perubahan iklim, pelestarian ekosistem daratan, dan penguatan kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan. (*)














Leave a Reply
View Comments