NUNUKAN – Semangat kompetisi dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan lomba lari 5 kilometer putra dan 3 kilometer putri dalam rangka Pekan Olahraga Wartawan Daerah (PORWADA) II Kalimantan Utara 2026 di Kabupaten Nunukan, Ahad (5/7/2026).
Sejak pagi, para peserta dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Utara memadati garis start untuk menguji kecepatan dan ketahanan di lintasan yang melintasi ruas jalan utama Kota Nunukan. Sorak sorai peserta, panitia, dan masyarakat menjadi penyemangat hingga pelari terakhir menyentuh garis finis di halaman GOR Dwikora.
Pada nomor lari 3 kilometer putri, atlet tuan rumah Elizabeth Nole tampil impresif. Dengan catatan waktu 20 menit 01 detik, ia sukses menjadi yang tercepat sekaligus mempersembahkan medali emas bagi SIWO Kabupaten Nunukan.
Posisi kedua diraih Tiara A’liyah dari Nunukan dengan waktu 22 menit 58 detik. Sementara Andi Pausiah dari Tarakan dan Rika Natalia dari Bulungan berbagi posisi juara ketiga, setelah keduanya ditetapkan sebagai peraih medali perunggu bersama.

Persaingan di nomor lari 5 kilometer putra juga berlangsung sengit. Martinus dari SIWO Kabupaten Bulungan berhasil keluar sebagai juara pertama setelah mencatat waktu 26 menit 32 detik. Ia hanya unggul tipis dari Riko Aditya W. asal Nunukan yang finis kedua dengan waktu 26 menit 42 detik.
Untuk posisi berikutnya, Ifransyah dari Tarakan dan Rahmad Ramadhan dari Bulungan ditetapkan sebagai juara ketiga bersama, sehingga keduanya sama-sama berhak atas medali perunggu.
Hasil tersebut membuat Bulungan dan Nunukan berbagi medali emas. Bulungan berjaya di nomor putra melalui Martinus, sementara Nunukan meraih emas putri lewat Elizabeth Nole.
Lomba putra menempuh jarak 5 kilometer dengan start dari Alun-alun Kota Nunukan dan finis di GOR Dwikora. Pelepasan peserta dilakukan oleh Ketua SIWO PWI Kalimantan Utara, Eliazar Simon.
Adapun nomor putri menempuh jarak 3 kilometer dengan start dari Pelabuhan Tunon Taka menuju GOR Dwikora. Bendera start dikibarkan oleh Bendahara PWI Nunukan, Salma Amin.
Di balik persaingan menuju podium, terselip momen yang mengundang tepuk tangan sekaligus tawa hangat. Dua peserta putri, Devy Novelinna dan Diah Karang, yang finis di urutan ketujuh dan kedelapan, memasuki area finis beriringan dengan ambulans PMI yang mengawal mereka hingga garis akhir. Kehadiran keduanya langsung disambut riuh tepuk tangan panitia, ofisial, dan para atlet yang telah lebih dulu menyelesaikan lomba.
Momen tersebut menjadi simbol bahwa dalam olahraga, setiap peserta adalah pemenang. Bukan semata soal menjadi yang tercepat, tetapi juga tentang keberanian menuntaskan perlombaan hingga garis finis.
Ketua panitia besar (PB) Eliazar Simon berharap lomba lari PORWADA II tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga mempererat silaturahmi insan pers se-Kalimantan Utara, menumbuhkan budaya hidup sehat, serta memupuk semangat sportivitas dan kekompakan antarwartawan melalui olahraga.
“Diharapkan semangat yang lahir dari lintasan PORWADA ini terus terjaga, sehingga olahraga menjadi bagian dari gaya hidup wartawan yang sehat, profesional, dan mampu mempererat persaudaraan di antara seluruh peserta. Semoga pada PORWADA berikutnya jumlah peserta semakin banyak, kualitas penyelenggaraan terus meningkat, dan olahraga menjadi agenda yang selalu dinantikan oleh insan pers di Kalimantan Utara,” harap Eliazar Simon.
Dengan antusiasme yang tinggi dan jalannya lomba yang berlangsung lancar, cabang olahraga lari menjadi salah satu nomor yang paling semarak dalam rangkaian PORWADA II Kalimantan Utara 2026 di Kabupaten Nunukan.














Leave a Reply
View Comments