BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Kaltara Hingga 3 Juli, Warga Diminta Waspada Hujan Lebat

Infografis BMKG menunjukkan peringatan dini cuaca ekstrem di Kalimantan Utara yang berlaku pada 1–3 Juli 2026 dengan status Waspada di sejumlah wilayah.

TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Kalimantan Utara yang berlaku selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Juli 2026.

Berdasarkan informasi Forecaster BMKG Tarakan yang dirilis Rabu (1/7/2026), potensi cuaca yang perlu diwaspadai berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Kalimantan Utara.

Pada Rabu (1/7/2026), status Waspada diberlakukan untuk Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, dan Kabupaten Tana Tidung. Tidak ada wilayah yang masuk kategori Siaga, Awas, maupun potensi angin kencang.

Kondisi serupa masih diprakirakan terjadi pada Kamis (2/7/2026). Lima daerah tersebut masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat dengan status Waspada, sementara kategori Siaga, Awas, dan angin kencang masih nihil.

Memasuki Jumat (3/7/2026), potensi hujan mulai berkurang. BMKG memperkirakan status Waspada hanya berlaku untuk Kota Tarakan dan Kabupaten Bulungan, sedangkan wilayah lainnya tidak lagi masuk dalam daftar potensi terdampak.

BMKG mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, tanah longsor di daerah rawan, serta pohon tumbang akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Masyarakat juga diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, terutama bagi nelayan, pelaku transportasi, dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Untuk mengetahui prakiraan cuaca secara lebih rinci hingga tingkat kelurahan, BMKG menyarankan masyarakat mengakses layanan resmi melalui aplikasi InfoBMKG, situs bmkg.go.id, laman cuaca.bmkg.go.id, atau dengan memindai kode QR yang tersedia pada infografis BMKG.

BMKG menegaskan bahwa informasi prakiraan cuaca akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi atmosfer, sehingga masyarakat diharapkan selalu mengikuti informasi resmi sebelum melakukan aktivitas, terutama yang berkaitan dengan perjalanan maupun kegiatan di wilayah terbuka. (*)