SAMARINDA – Bayu Surya Gandamana resmi terpilih sebagai Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2026–2031. Ia menggantikan almarhum Mohammad Sukri yang wafat pada 16 April 2026.
Penetapan Bayu dilakukan melalui rapat pengurus JMSI Kaltim pada Senin (8/6/2026), sesuai mekanisme organisasi yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) JMSI.
Bayu menyampaikan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar, sekaligus bentuk keberlanjutan perjuangan yang telah dirintis almarhum Mohammad Sukri selama memimpin JMSI Kaltim.
“Perasaan saya tentu campur aduk. Ada rasa terhormat, tetapi juga tanggung jawab yang sangat besar. Ini bukan sekadar meneruskan jabatan, melainkan melanjutkan amanah dan perjuangan beliau,” ujar Bayu.
Ia menilai, warisan terpenting yang ditinggalkan almarhum bukan hanya struktur organisasi, tetapi juga soliditas, persatuan, dan kepercayaan antaranggota JMSI Kaltim.
Di bawah kepemimpinan sebelumnya, JMSI Kaltim berhasil menghimpun perusahaan media siber di seluruh wilayah Kalimantan Timur dalam satu wadah yang solid, profesional, dan menjunjung tinggi nilai-nilai jurnalistik.
Sebagai ketua baru, Bayu menegaskan tidak akan mengubah arah perjuangan organisasi, melainkan memperkuat program yang telah berjalan, terutama di bidang peningkatan kualitas media dan kompetensi wartawan.
Program seperti pelatihan jurnalistik, Uji Kompetensi Wartawan (UKW), advokasi hukum, serta penguatan manajemen perusahaan media akan menjadi prioritas utama.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas anggota, menjaga integritas pers, dan mendorong kemandirian ekonomi media agar tidak mudah terintervensi,” tegasnya.
Ia juga berkomitmen memperluas jangkauan program JMSI hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur agar manfaat organisasi dapat dirasakan secara merata.
Sementara itu, Ketua Harian JMSI Pusat, Ari Rahman, menilai JMSI Kaltim memiliki peran strategis dalam pengembangan media siber nasional, terlebih dengan posisi Kalimantan Timur sebagai wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, Kaltim berpotensi menjadi poros pertumbuhan media siber di kawasan Kalimantan bahkan hingga kawasan regional.
Ari juga mendorong JMSI Kaltim untuk memperkuat regenerasi jurnalis, memperluas kolaborasi, serta menghadirkan program yang berdampak langsung bagi penguatan media lokal.
“JMSI harus hadir untuk membantu perusahaan media berkembang, baik dari sisi SDM, tata kelola, maupun kualitas produk jurnalistik,” ujarnya.
Ia menegaskan, kepengurusan baru diharapkan tetap menjaga dan melanjutkan fondasi organisasi yang telah dibangun almarhum Mohammad Sukri.
“Jangan melupakan sejarah. Apa yang telah dibangun harus dijaga dan dilanjutkan,” pungkasnya. (*)














Leave a Reply
View Comments