Bupati Irwan Sabri Datangi Embung Lapri, Cari Jalan Tengah demi Warga Sebatik

Bupati Irwan Sabri Tinjau Langsung Pintu Air Embung Lapri Sebatik.(pro)

NUNUKAN – Di tengah persoalan yang terus berkembang di Embung Lapri Sebatik, Bupati Nunukan, Irwan Sabri, memilih turun langsung ke lapangan untuk mendengar kondisi masyarakat dan mencari solusi terbaik atas persoalan pembebasan lahan serta pengoperasian pintu air embung, Sabtu (16/05/2026).

Kehadiran Bupati di lokasi disambut warga dan tokoh masyarakat setempat. Dalam dialog tersebut, Irwan Sabri menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di sekitar embung.

Menurutnya, pemerintah justru terus berupaya agar penyelesaian dilakukan secara hati-hati, adil, dan tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.

“Kami ingin semuanya selesai dengan baik. Masyarakat terlindungi, kebutuhan air tetap berjalan, dan proses hukumnya juga aman,” ujar Irwan Sabri.

Pemkab Nunukan sendiri telah menyiapkan anggaran sebesar Rp24 miliar pada tahun 2026 untuk mendukung proses pembebasan lahan di kawasan Embung Lapri.

Bupati menjelaskan, persoalan yang terjadi memang cukup sensitif karena menyangkut kepentingan banyak pihak. Di satu sisi, masyarakat membutuhkan pasokan air dari embung, namun di sisi lain masih ada lahan warga yang belum tuntas proses pembebasannya.

Kondisi tersebut membuat petugas penjaga pintu air kerap berada dalam situasi sulit saat harus menentukan apakah pintu air dibuka atau ditutup.

Karena itu, Pemkab Nunukan memilih mengedepankan musyawarah dengan melibatkan seluruh pihak terkait, termasuk Forkopimda, Kantor Pertanahan, pemerintah desa, kecamatan, hingga perwakilan warga pemilik lahan.

Bupati berharap semua pihak dapat menjaga situasi tetap kondusif dan mengutamakan komunikasi yang baik demi kepentingan bersama.

“Kita ingin persoalan ini selesai tanpa ada masyarakat yang dirugikan. Semua harus berjalan sesuai aturan dan penuh kebersamaan,” pungkasnya. (*pro)