Danrem 074/Warastratama Pastikan TMMD Sragen Rampung Tepat Waktu, Progres Capai 90 Persen

SRAGEN – M. Arry Yudistira turun langsung meninjau progres pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-128 Kodim 0725/Sragen di Kabupaten Sragen, Jumat (15/5/2026).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Danrem 074/Warastratama memastikan sejumlah sasaran fisik maupun nonfisik TMMD berjalan sesuai target dan diperkirakan selesai sebelum upacara penutupan pada 21 Mei 2026 mendatang.

“Hari ini kami telah meninjau progres pembangunan jalan cor beton, pembuatan akses air bersih, jambanisasi dan RTLH. Seluruh pekerjaan telah mencapai 90 persen dan masih terus berlanjut. Kami berharap seluruh sasaran dapat selesai tepat waktu sebelum upacara penutupan,” ujar Danrem.

Peninjauan dilakukan di sejumlah titik pembangunan, mulai dari pengecoran jalan penghubung Desa Puro hingga Desa Pelemgadung, pembangunan sumur bor di Desa Pelemgadung, hingga program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Dukuh Katukan, Desa Puro, Kecamatan Karangmalang.

Menurut Danrem, TMMD tidak sekadar menghadirkan pembangunan infrastruktur, namun juga menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa.

“Semoga seluruh hasil pembangunan ini dapat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat. Peninjauan ini juga menjadi bukti bahwa TNI dan Pemerintah hadir untuk melayani serta memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan peninjauan tersebut turut dihadiri Sigit Pamungkas, Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Dindin Rohidin, Kepala Dinas PMD Sragen Pujiatmoko, serta jajaran Kodim 0725/Sragen.

Program TMMD Reguler Ke-128 sendiri difokuskan pada peningkatan akses infrastruktur dasar masyarakat pedesaan, termasuk jalan penghubung antarwilayah, penyediaan air bersih, fasilitas sanitasi, hingga rehabilitasi rumah warga kurang mampu.

Dengan progres yang telah mencapai 90 persen, pelaksanaan TMMD di Kabupaten Sragen diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan dan aktivitas ekonomi masyarakat desa. (*)