Wastra Bulungan Tampil di Panggung Nasional, Rahmawati Zainal Kenakan Batik Khas Kaltara

Rahmawati Zainal Tampilkan Batik Bulungan di Kriyanusa 2026

JAKARTA – Wastra khas Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), tampil di panggung nasional melalui Parade Wastra Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (30/9).

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltara, Hj. Rahmawati Zainal, S.H., menjadi salah satu peserta parade dengan mengenakan busana berbahan batik bermotif khas Bulungan yang dipadukan dengan topi khas Dayak.

Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya sekaligus kreativitas perajin Kaltara kepada masyarakat dari berbagai daerah yang hadir dalam rangkaian Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026.

Dari 32 peserta Parade Wastra, Rahmawati tampil dalam rangkaian acara penutupan Kriyanusa 2026 yang mengangkat beragam kekayaan wastra dan produk kriya dari berbagai daerah di Indonesia.

Kriyanusa 2026 mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” dan berlangsung pada 26–30 September 2026. Pameran tersebut menghadirkan 410 stan dengan melibatkan 257 peserta yang terdiri atas Dekranas, Dekranasda, kementerian dan lembaga, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Rangkaian Kriyanusa 2026 ditutup Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. Dalam sambutannya, Tito menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di sektor kerajinan yang perlu terus dikembangkan dari sisi kualitas, kreativitas dan pemanfaatannya untuk mendukung perekonomian.

“Potensi kerajinan Indonesia sangat besar. Karena itu, harus terus dikembangkan agar semakin bernilai dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Tito.

Ia juga mendorong pemerintah daerah bersama Dekranasda untuk aktif menggali dan mengembangkan kerajinan khas daerah. Pengembangan sektor tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya, tetapi juga dapat membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM dan mendorong perekonomian daerah.

“Ragam kerajinan kita sangat banyak dan kreatif, mulai dari tenun, kain, songket, tas rotan hingga perhiasan,” sambungnya.

Dorong Kriya Kaltara Naik Kelas

Sejalan dengan arahan tersebut, Dekranasda Kaltara terus mendorong pengembangan produk kriya daerah. Dalam Kriyanusa 2026, sejumlah produk khas Kaltara diperkenalkan kepada pengunjung, mulai dari anyaman rotan, singal, tenun hingga batik dengan motif khas Kaltara.

Rahmawati mengatakan pengembangan kriya daerah membutuhkan pembinaan dan kolaborasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Peningkatan kualitas produk, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan identitas budaya daerah.

“Perajin perlu terus dibina agar kualitas dan kreativitasnya meningkat. Dengan begitu, produk Kaltara bisa semakin dikenal dan bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Rahmawati.

Menurutnya, penguatan produk kriya dilakukan melalui berbagai aspek, mulai dari peningkatan kualitas, inovasi desain, pemilihan bahan baku hingga strategi pewarnaan.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para perajin Kaltara.

Kehadiran Kaltara dalam Kriyanusa 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas perajin Bumi Benuanta. Promosi tidak hanya dilakukan melalui stan pameran, tetapi juga melalui Parade Wastra yang menampilkan identitas budaya daerah di hadapan masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia.

Melalui keikutsertaan tersebut, Dekranasda Kaltara mendorong agar kriya dan wastra daerah tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga berkembang sebagai produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar lebih luas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri UMKM Maman Abdurahman beserta istri, Ketua Harian Dekranas Ny. Tri Tito Karnavian, serta anggota Seruni Kabinet Merah Putih. (dkisp)