BULUNGAN – Wakapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol. Yusuf, S.I.K., M.Hum., menekankan pentingnya disiplin, kesiapsiagaan, kemampuan personel hingga profesionalisme dalam menjalankan tugas kepolisian.
Penekanan tersebut disampaikan saat mengambil apel personel Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Kaltara di Halaman Barak Dalmas Ditsamapta Polda Kaltara, Kamis (17/9/2026) pukul 08.30 WITA.
Dalam arahannya, Brigjen Pol. Yusuf meminta seluruh personel memperhatikan sikap tampang, kerapian serta kelengkapan sebelum melaksanakan tugas. Menurutnya, penampilan anggota merupakan salah satu cerminan kedisiplinan dan profesionalisme Polri.
Selain kedisiplinan, Wakapolda juga mengingatkan personel agar mampu mengatur gaya hidup sesuai kemampuan dan penghasilan masing-masing. Pengelolaan keuangan secara bijak diperlukan agar anggota tidak terjebak pada perilaku konsumtif dan tetap dapat memprioritaskan kebutuhan keluarga.
“Sesuaikan gaya hidup dengan kemampuan dan penghasilan. Kelola keuangan dengan baik dan utamakan kebutuhan keluarga,” menjadi salah satu penekanan dalam arahannya.
Wakapolda selanjutnya mendorong personel untuk terus meningkatkan kemampuan, keterampilan dan prestasi. Salah satunya melalui latihan bela diri Polri yang dilaksanakan secara rutin dan sungguh-sungguh.
Kemampuan bela diri dinilai penting untuk menunjang ketangkasan, kesiapsiagaan serta kepercayaan diri personel ketika menghadapi berbagai situasi dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Tak hanya kesiapan individu, Brigjen Pol. Yusuf juga menyoroti kondisi lingkungan barak. Personel diminta memiliki kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan kamar, halaman, kamar mandi, dapur serta fasilitas lainnya.
Kebersihan lingkungan barak, lanjutnya, harus dijaga agar tetap bersih, rapi, sehat, tertib dan nyaman sehingga mendukung kesiapan personel dalam menjalankan tugas.
Dalam kaitannya dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Wakapolda menginstruksikan agar seluruh peralatan penanganan Karhutla milik Ditsamapta diperiksa kembali.
Kelengkapan dan kondisi peralatan harus dipastikan dalam keadaan baik serta siap digunakan sewaktu-waktu. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan personel dapat memberikan respons secara cepat ketika terjadi Karhutla.
Wakapolda juga mengingatkan seluruh anggota agar menjauhi berbagai bentuk pelanggaran, baik pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi Polri.
Sikap, perilaku dan pergaulan personel diminta tetap dijaga, termasuk dalam penggunaan media sosial. Setiap anggota diingatkan menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun mencoreng nama baik institusi.
Melalui arahan tersebut, personel Ditsamapta Polda Kaltara diharapkan terus meningkatkan kedisiplinan, kemampuan bela diri, kesiapsiagaan dan profesionalisme.
Kesiapan personel dan peralatan, khususnya dalam menghadapi potensi Karhutla, juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang cepat, tepat dan bertanggung jawab.














Leave a Reply
View Comments