NUNUKAN – Pemerintah Kecamatan Krayan Timur mengusulkan bantuan sosial bagi warga yang terdampak bencana hujan deras disertai angin kencang atau angin ribut dan petir yang melanda wilayah tersebut pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 16.08 WITA. Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan pada rumah warga, rumah ibadah, rumah dinas guru, hingga bangunan sekolah.
Camat Krayan Timur, Marjuni, SE, mengatakan berdasarkan hasil peninjauan lapangan yang dilakukan pada Jumat (17/7/2026), kerusakan paling banyak terjadi di Kampung Baru. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak material yang ditimbulkan cukup signifikan sehingga membutuhkan perhatian dari pemerintah.
“Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, tidak ada korban jiwa. Namun sejumlah bangunan milik masyarakat dan fasilitas umum mengalami kerusakan akibat hujan deras yang disertai angin puting beliung dan petir,” kata Marjuni.
Ia menjelaskan, salah satu bangunan yang mengalami kerusakan cukup berat adalah Gedung GKII Kampung Baru. Atap bagian kanan bangunan gereja berukuran sekitar 6 x 8 meter terlepas diterjang angin. Selain itu, atap toilet gereja juga terlepas, sementara alat musik berupa piano atau organ dan amplifier yang berada di dalam gereja basah karena kemasukan air hujan.
Kerusakan juga terjadi pada rumah dinas guru yang ditempati Sigar Tadem. Atap kamar mandi terlepas akibat diterjang angin, sedangkan antena parabola roboh dan rusak.
Di sektor pendidikan, bangunan SD Negeri Kampung Baru turut terdampak. Bumbungan bangunan lama terlepas, sedangkan perangkat Starlink repeater dilaporkan terbakar akibat cuaca ekstrem.
Selain fasilitas umum, sedikitnya empat rumah warga mengalami kerusakan. Rumah milik Martinus mengalami kerusakan pada atap, rumah Ripka Mananga kehilangan atap kamar mandi dan parabola, rumah Matiuw Bernabas mengalami kerusakan pada atap utama dan dapur, sedangkan rumah Agusrianto kehilangan atap kamar mandi.
Marjuni menjelaskan, penanganan darurat telah dilakukan segera setelah kejadian. Jemaat GKII Kampung Baru bergotong royong membongkar bagian atap gereja yang rusak agar tidak membahayakan, sekaligus mengamankan peralatan musik gereja ke lokasi yang lebih aman.
“Warga juga bersama-sama membantu pemilik rumah membongkar bagian atap yang rusak sebagai langkah penanganan sementara sambil menunggu perbaikan lebih lanjut,” ujarnya.
Peninjauan dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Krayan Timur bersama Kepala Desa Kampung Baru dan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mendata kerusakan yang terjadi.
Melihat besarnya dampak yang ditimbulkan, Pemerintah Kecamatan Krayan Timur mengusulkan agar pemerintah dapat menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak.
“Kami berharap ada dukungan bantuan sosial untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana ini. Data kerusakan masih terus kami lengkapi dan laporan tertulis akan segera disampaikan,” tutup Marjuni. (*)














Leave a Reply
View Comments