Dari laman FB DISDAMKARNUNUKAN, saat kejadian, Samsurijal membakar kotak telur di atas kompor gas yang masih menyala di dapur rumahnya. Setelah itu, ia meninggalkan dapur untuk melakukan penyemprotan nyamuk di ruang tamu.
Namun, ketika kembali ke dapur beberapa saat kemudian, ia mendapati api sudah membesar dan merambat ke bagian atap bangunan.
Kobaran api yang cepat membesar membuat dapur rumah dipenuhi asap tebal. Samsurijal bersama warga sekitar segera berupaya memadamkan api agar tidak menjalar ke bagian rumah lainnya.
Laporan kebakaran yang diterima Damkar Sektor Sebatik Utara langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan personel dan armada ke lokasi kejadian.
Komandan Pleton Damkar Sektor Sebatik Utara, Dwi Subakti, mengatakan petugas fokus memadamkan sumber api yang berada di area dapur. Sementara tim lainnya melakukan penyiraman di bagian depan rumah untuk mencegah api menyebar lebih luas.
“Warga sekitar bersama pemilik rumah sudah berusaha melakukan pemadaman sebelum petugas tiba di lokasi,” ujarnya.
Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dalam proses pemadaman dan pendinginan. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, bagian dapur rumah mengalami kerusakan akibat terbakar.
Hingga kini, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Peristiwa tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menggunakan api terbuka di dalam rumah, termasuk saat membakar benda-benda yang dianggap sepele namun berpotensi memicu kebakaran. (*)














Leave a Reply
View Comments