TARAKAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Gunung Pantai Amal Lama, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, memicu terbakarnya material batu bara di bawah permukaan tanah.
Kondisi tersebut membuat kepulan asap terus muncul dari dalam tanah. Pemerintah Kota Tarakan kini melakukan penanganan dengan menggali area terdampak menggunakan alat berat untuk membuka sumber batu bara yang terbakar.
Penanganan dilakukan pada Sabtu (29/8/2026) dengan menurunkan satu unit excavator dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tarakan.
Penggalian dilakukan pada badan jalan dengan lebar sekitar enam meter dan kedalaman mencapai lima meter. Pembukaan lapisan tanah tersebut dilakukan untuk mengetahui titik sumber panas sekaligus memudahkan proses pendinginan.
Dari hasil penggalian, terlihat material batu bara di bawah permukaan tanah masih terbakar dan mengeluarkan kepulan asap tebal.
Pemantauan di lokasi menemukan sedikitnya dua titik batu bara yang terbakar di bawah permukaan tanah. Kondisi ini membuat penanganan harus dilakukan hingga ke bagian bawah permukaan untuk mencegah api dan panas terus merambat.
Selain pendinginan menggunakan air, Pemkot Tarakan menyiapkan metode lain dengan membuat sejumlah kolam kecil di sekitar lokasi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tarakan, Fandariansyah, mengatakan excavator dimanfaatkan untuk menggali beberapa titik yang nantinya berfungsi membantu proses pendinginan batu bara.
“Excavator itu nanti kita manfaatkan untuk menggali sumur, kurang lebih lima, ukurannya menyesuaikan di lapangan sekitar 2×2 meter, dalamnya dua meter sampai ketemu batu bara. Fungsinya untuk mendinginkan batu bara,” ujar Fandariansyah.
Menurutnya, keberadaan kolam tersebut diharapkan dapat membantu menyediakan rembesan air menuju lapisan batu bara yang terbakar sehingga panas dapat ditekan dan rambatan api bisa dihentikan.
“Jadi tidak merayap sampai ke seberang jalan. Mudah-mudahan ini bisa mengurangi rambatan-rambatan panas dari batu bara, jadi bisa berhenti batu baranya terbakar,” lanjutnya.
Jalan Ditutup Total
Proses penanganan berdampak pada akses lalu lintas di kawasan tersebut. Dinas Perhubungan Kota Tarakan melakukan penutupan jalan secara total selama pekerjaan penggalian berlangsung.
Penutupan dilakukan untuk memberikan ruang bagi alat berat sekaligus menjaga keselamatan masyarakat yang melintas di sekitar lokasi.
Pengendara roda dua maupun roda empat diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui jalan lingkungan di kawasan permukiman masyarakat Pantai Amal.
Pemerintah menargetkan proses penanganan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu pekan, dengan melihat kondisi material batu bara dan perkembangan proses pendinginan di lapangan.
Penanganan ini diharapkan dapat menghentikan sumber panas dan asap dari dalam tanah sehingga tidak kembali mengganggu aktivitas masyarakat.
Kepulan asap dari lokasi sebelumnya menjadi perhatian karena kawasan tersebut berada tidak jauh dari aktivitas masyarakat, termasuk lingkungan Universitas Borneo Tarakan (UBT).
Hingga Sabtu (29/8/2026), proses penggalian dan pendinginan material batu bara yang terbakar masih terus dilakukan oleh tim di lapangan.(*)














Leave a Reply
View Comments