MANOKWARI – Kabupaten Malinau menjadi penyumbang prestasi terbesar bagi Kontingen Kalimantan Utara (Kaltara) pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat. Dari total raihan tiga medali emas dan empat medali perak yang dibawa pulang Kaltara, Malinau berhasil mempersembahkan dua medali emas dan satu medali perak.
Kontribusi tersebut menjadikan Malinau sebagai salah satu penentu keberhasilan Kaltara dalam memenuhi target tiga medali emas pada ajang nasional yang berlangsung 18–28 Juni 2026.
Dua medali emas disumbangkan melalui kategori Musik Pop Gerejawi (MPG) dan Solo Remaja Pemuda Putra (SRPA) yang diraih Abraham. Sementara satu medali perak dipersembahkan dari kategori Solo Remaja Pemuda Putri (SRPI).
Keberhasilan tersebut menjadi bukti kualitas pembinaan seni musik gerejawi di Kabupaten Malinau yang mampu melahirkan talenta-talenta berprestasi hingga tingkat nasional.
Ketua Rombongan sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kalimantan Utara, Norhayati Andris, menyampaikan rasa syukur atas capaian seluruh kontingen, termasuk kontribusi besar dari Kabupaten Malinau.
“Kami bersyukur kepada Tuhan karena target tiga medali emas dapat tercapai. Bahkan kami juga berhasil membawa pulang empat medali perak. Ini merupakan hasil kerja keras para peserta, pelatih, ofisial, pendamping, dan seluruh tim yang telah memberikan kemampuan terbaiknya,” ujarnya.
Norhayati mengatakan, keberhasilan Malinau meraih dua medali emas menunjukkan bahwa proses pembinaan yang dilakukan selama ini berjalan dengan baik. Penampilan peserta pada kategori Musik Pop Gerejawi maupun Solo Remaja Pemuda Putra dinilai mampu bersaing dengan kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia.
Ia juga mengapresiasi penampilan Abraham yang sukses mempersembahkan medali emas pada kategori Solo Remaja Pemuda Putra, serta peserta Solo Remaja Pemuda Putri yang turut menyumbangkan medali perak bagi Kalimantan Utara.
Menurutnya, hasil tersebut tidak terlepas dari persiapan yang matang. Penundaan pelaksanaan Pesparawi Nasional dari tahun 2025 ke tahun 2026 memberikan waktu lebih panjang bagi para peserta untuk memperkuat kemampuan vokal, teknik, dan penghayatan lagu.
“Waktu tambahan itu menjadi keuntungan bagi kami. Peserta memiliki kesempatan lebih banyak untuk berlatih, memperbaiki teknik, membangun kekompakan, dan mematangkan penampilan hingga akhirnya mampu memberikan hasil terbaik,” katanya.
Selain Malinau, medali emas lainnya dipersembahkan tim Paduan Suara Anak Kabupaten Nunukan, sedangkan empat medali perak lainnya diraih Vocal Group Kota Tarakan serta kategori Solo Anak Usia 11–15 Tahun dan Solo Anak Usia 7–10 Tahun dari Kabupaten Bulungan.
Sebelumnya, kontingen Kalimantan Utara yang berjumlah 102 orang terdiri atas peserta, pelatih, ofisial, pendamping, serta pengurus LPPD Kaltara diberangkatkan menuju Manokwari setelah dilepas secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Utara.
Kontribusi dua medali emas dan satu medali perak dari Kabupaten Malinau menjadi catatan prestasi tersendiri dalam perjalanan Kontingen Kalimantan Utara di Pesparawi Nasional XIV. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda Malinau untuk terus mengembangkan talenta di bidang seni musik gerejawi dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. (*)













Leave a Reply
View Comments