Bupati Cup 2026 Resmi Bergulir, Ketua Panitia Pastikan Kompetisi Lebih Berkualitas

Bupati dan Peserta Bupati Cup 2026 Berfoto Bersama Usai Pembukaan

NUNUKAN – Turnamen sepak bola Bupati Cup 2026 resmi bergulir dan siap menghadirkan persaingan sengit antar klub selama 27 hari ke depan. Sebanyak 19 klub dari berbagai wilayah di Kabupaten Nunukan akan bersaing memperebutkan trofi juara dalam kompetisi yang tahun ini disebut-sebut menjadi salah satu yang paling kompetitif.

Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Yakub, mengatakan seluruh persiapan turnamen telah dilakukan secara maksimal, mulai dari sistem pertandingan, perangkat pertandingan hingga koordinasi dengan berbagai pihak terkait demi menjamin kelancaran kompetisi.

Menurutnya, Bupati Cup 2026 menggunakan sistem setengah kompetisi dengan membagi 19 klub peserta ke dalam empat pool. Masing-masing pool terdiri dari empat hingga lima tim yang akan bersaing memperebutkan tiket menuju babak delapan besar.

“Sebanyak 19 klub peserta dibagi ke dalam empat pool. Dari masing-masing pool akan diambil peringkat satu dan dua untuk melaju ke babak delapan besar. Setelah itu pertandingan menggunakan sistem gugur hingga semifinal dan final,” kata Yakub saat menyampaikan laporan panitia pada pembukaan turnamen, Sabtu (6/6/2026).

Ia menjelaskan, format tersebut dipilih untuk memberikan kesempatan yang lebih besar kepada setiap tim menunjukkan kualitas terbaiknya sekaligus menciptakan persaingan yang sehat dan kompetitif.

Yakub mengungkapkan, kualitas pertandingan tahun ini dipastikan meningkat dibanding edisi sebelumnya. Sejumlah klub diperkuat pemain berpengalaman yang pernah tampil di kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Indonesia, mantan pemain Tim Nasional Indonesia, hingga pemain asing asal Pantai Gading.

“Kami ingin masyarakat mendapatkan tontonan sepak bola yang berkualitas. Karena itu, tahun ini akan ada pemain-pemain yang pernah bermain di Liga 1, Liga 2, mantan pemain tim nasional, bahkan pemain asing yang akan memperkuat beberapa klub peserta,” ujarnya.

Untuk kehadiran pemain asing tersebut, panitia telah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Nunukan guna memastikan seluruh persyaratan administrasi dan legalitas pemain terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Yakub menambahkan, turnamen yang didukung melalui Dana Hibah Pemerintah Kabupaten Nunukan Tahun Anggaran 2026 ini tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga sarana pembinaan atlet sepak bola daerah.

Menurutnya, Bupati Cup merupakan wadah penting bagi pemain-pemain muda Nunukan untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta membuka peluang tampil di level yang lebih tinggi.

“Kami berharap turnamen ini dapat menjadi ajang pembinaan yang berkelanjutan. Dari sini mudah-mudahan lahir pemain-pemain potensial yang nantinya bisa membawa nama Nunukan di tingkat provinsi maupun nasional,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh peserta, official, dan suporter untuk bersama-sama menjaga sportivitas selama kompetisi berlangsung.

“Kesuksesan turnamen bukan hanya ditentukan oleh siapa yang menjadi juara, tetapi juga bagaimana seluruh pihak mampu menjaga keamanan, ketertiban, dan sportivitas sepanjang pertandingan,” tegasnya.

Dengan format kompetisi yang ketat, kehadiran pemain-pemain berpengalaman, serta antusiasme masyarakat yang tinggi, Bupati Cup 2026 diharapkan menjadi panggung lahirnya talenta-talenta baru sepak bola Kabupaten Nunukan sekaligus menjadi hiburan berkualitas bagi masyarakat selama 27 hari pelaksanaan turnamen. (*)