TANJUNG SELOR – Upaya memperkuat tata kelola data terus didorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Workshop Pengembangan Literasi Data yang digelar di Ballroom Hotel Luminor, Jumat (17/4). Kegiatan ini menjadi langkah awal membangun fondasi implementasi Satu Data Daerah yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Workshop yang diinisiasi melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara ini tidak hanya menitikberatkan pada sistem dan regulasi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia dalam mengelola dan memanfaatkan data secara optimal.
Kepala Bidang Pengkajian Perencanaan Daerah dan Pengendalian Pembangunan Bapperida Kaltara, Dedy Irawan, yang mewakili Kepala Bapperida, menegaskan bahwa pemahaman terhadap data menjadi kunci utama dalam mendukung perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
“Tanpa pemahaman yang memadai, data yang tersedia berisiko tidak dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung perencanaan dan pengambilan kebijakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengembangan “sekolah data” menjadi salah satu strategi penting untuk menjembatani kesenjangan antara ketersediaan data dan kemampuan pengguna dalam mengolah serta menganalisisnya.
Menurutnya, kehadiran sekolah data diharapkan mampu mendorong lahirnya budaya baru di lingkungan pemerintah daerah, di mana setiap kebijakan disusun berdasarkan data yang akurat dan terintegrasi.
“Sekolah data diharapkan membangun budaya pemanfaatan data di daerah, sehingga data tidak hanya tersimpan, tapi benar-benar menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan kebijakan,” jelasnya.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari tindak lanjut kebijakan nasional terkait Satu Data Indonesia, sekaligus diperkuat dengan regulasi daerah yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
Selain itu, dukungan dari Program SKALA turut memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk peluang kerja sama dengan perguruan tinggi dalam pengembangan riset dan inovasi berbasis data daerah.
Melalui workshop ini, Pemprov Kaltara berharap kualitas perencanaan, penganggaran, hingga evaluasi pembangunan dapat semakin meningkat, seiring dengan pemanfaatan data yang lebih sistematis dan terintegrasi.
Di akhir kegiatan, Dedy menegaskan bahwa pengembangan sekolah data ke depan membutuhkan kurikulum yang terstruktur dan adaptif, agar mampu menjawab kebutuhan pengguna di berbagai sektor.
“Materi dan metode pembelajaran harus selaras dengan tujuan satu data daerah dan kebutuhan pengguna,” tutupnya.(*)














Leave a Reply
View Comments