Pimpin Apel Perdana, Wakapolda Kaltara Tekankan Integritas hingga Waspada Penipuan

Wakapolda Kaltara tekankan integritas dan disiplin dalam apel perdana.(ist)

 TANJUNG SELOR – Wakapolda Kalimantan Utara, Yusuf, memimpin apel perdana di Mapolda Kaltara, Tanjung Selor, Rabu (01/04/2026), dengan menyampaikan sejumlah arahan tegas kepada seluruh personel.

Dalam amanatnya, Wakapolda menekankan pentingnya menjaga integritas institusi, kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan kamtibmas, hingga kewaspadaan terhadap aksi penipuan yang mencatut namanya.

Salah satu poin utama yang disorot adalah komitmen terhadap proses rekrutmen anggota Polri yang bersih dan bebas dari praktik percaloan.

“Nasib Polri di masa depan bergantung pada mereka yang terpilih sekarang. Saya tegaskan, jangan ada personel yang menjadi calo. Itu adalah dosa jariyah yang dampaknya akan terus mengalir jika kita memasukkan orang dengan cara yang tidak benar,” tegasnya di hadapan peserta apel.

Selain itu, Wakapolda juga mengingatkan seluruh personel untuk mengantisipasi potensi eskalasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini disampaikan menyusul hasil video conference bersama Kapolda Kaltara, Djati Wiyoto Abadhy.

Ia menyebut, periode April hingga Agustus berpotensi mengalami peningkatan gangguan kamtibmas yang dipengaruhi dinamika global, termasuk ketegangan geopolitik yang dapat berdampak pada pasokan minyak dunia, kenaikan harga BBM, hingga potensi kelangkaan barang.

Tak hanya itu, pengamanan peringatan Hari Buruh juga menjadi perhatian khusus. Personel diminta mengedepankan pendekatan humanis serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik di lapangan.

“Jangan sampai anggota Polri justru menjadi pemicu keributan. Kita harus hadir sebagai penyejuk dan pelindung masyarakat,” pesannya.

Di akhir arahannya, Wakapolda turut mengklarifikasi adanya modus penipuan yang mencatut namanya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta sesuatu melalui pesan singkat maupun media komunikasi lainnya.

“Jika ada yang menghubungi mengatasnamakan saya untuk meminta sesuatu, segera laporkan ke staf pribadi atau langsung kepada saya,” tegasnya.

Arahan tersebut menjadi penegasan komitmen Polda Kaltara dalam menjaga profesionalisme, kepercayaan publik, serta stabilitas keamanan di wilayah Kalimantan Utara, khususnya di Tanjung Selor sebagai pusat pemerintahan provinsi. (*)