Tarakan – Hidangan khas berupa buras menjadi salah satu menu favorit masyarakat di Tarakan saat perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Makanan tradisional berbahan dasar beras dan santan ini hampir selalu hadir di setiap rumah sebagai sajian untuk menjamu tamu.
Buras dikenal memiliki tekstur lembut dan cita rasa gurih karena dimasak dengan santan, kemudian dibungkus menggunakan daun pisang. Dalam penyajiannya, buras biasanya disandingkan dengan berbagai lauk khas, seperti opor ayam, ayam bumbu kare, hingga pelengkap seperti serundeng dan sambal segar.
Tradisi menyajikan buras di Tarakan tidak lepas dari pengaruh budaya masyarakat pendatang, khususnya dari Sulawesi seperti suku Bugis yang telah lama bermukim di wilayah tersebut. Seiring waktu, hidangan ini berkembang dan menjadi bagian dari budaya kuliner lokal di Kalimantan Utara.
Saat momentum Lebaran, buras tidak hanya menjadi makanan, tetapi juga simbol kebersamaan dan keramahan masyarakat. Hampir di setiap rumah, hidangan ini disajikan untuk menyambut keluarga maupun tamu yang datang bersilaturahmi.
Dengan cita rasa yang khas dan nilai budaya yang kuat, buras terus bertahan sebagai salah satu kuliner favorit yang memperkaya tradisi Idul Fitri di Tarakan dan sekitarnya. (*)














Leave a Reply
View Comments