Wakil Wali Kota Solo Jadi Model SBC 2026, UMKM Lokal Tampil Lewat Karya Budaya

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani tampil mengenakan kostum bertema “PITOELAS” dalam rangkaian Solo Batik Carnival 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM dan IKM Kota Solo.

SURAKARTA – Pemerintah Kota Surakarta menunjukkan dukungan nyata terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui cara kreatif dan penuh makna budaya. Dukungan tersebut diwujudkan lewat keterlibatan langsung Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang tampil sebagai model dalam rangkaian Solo Batik Carnival 2026.

Kehadiran Astrid di atas panggung budaya menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan event budaya sekaligus memperkuat promosi Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Solo.

Pada gelaran ke-17 tahun ini, SBC mengangkat tema “PITOELAS” yang sarat makna kebersamaan dan gotong royong. Tidak hanya menghadirkan parade kostum megah, tema tersebut juga menjadi representasi kekuatan UMKM dari berbagai wilayah di Kota Solo.

Setiap detail kostum yang ditampilkan membawa identitas pelaku usaha lokal. Ornamen mahkota, misalnya, memanfaatkan hasil industri shuttlecock bulutangkis dari Serengan. Sementara struktur rangka kostum terinspirasi dari konstruksi sangkar burung khas Mojosongo yang dikenal kuat dan artistik.

Sentuhan kreativitas lainnya hadir melalui elemen kayu ukir khas mebel dari Banjarsari, serta motif bunga pada gaun yang menggambarkan karya pelaku usaha lukis kain. Identitas Kota Solo sebagai kota batik juga dipertegas lewat penggunaan Batik Truntum dari Laweyan dalam desain kostum utama.

Kostum bertajuk “PITOELAS” disebut sebagai perpaduan dari tiga defile yang menggambarkan ekosistem UMKM Kota Solo secara menyeluruh, mulai dari kerajinan tangan, industri rumah tangga, hingga produk kreatif berbasis budaya.

Astrid menegaskan, semangat yang diusung dalam SBC 2026 adalah “Pitulungan lan Welas”, yang bermakna saling membantu dan memiliki kepedulian terhadap sesama maupun warisan budaya daerah.

“Ini adalah bukti nyata semangat pitulungan lan welas. Kita saling membantu dengan membeli dan mempromosikan produk tetangga sendiri, serta memiliki rasa asih terhadap warisan leluhur. Mari kita gerakkan ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk semakin bangga menggunakan produk lokal hasil karya pelaku IKM Surakarta sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pakai produk Solo, bangga dengan karya IKM Surakarta. Karena kemajuan kota dimulai dari dukungan kita terhadap usaha kecil di sekitar kita,” pungkasnya.

Grand Final Solo Batik Carnival 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juli 2026. Parade budaya tersebut akan digelar mulai kawasan Stadion Sriwedari hingga Balaikota Surakarta dengan melintasi Jalan Slamet Riyadi, menampilkan deretan kostum batik spektakuler khas Kota Solo. (*)