Adelia meraih Bronze Award kategori Science dalam kompetisi yang berlangsung di Thailand pada 7–10 Agustus 2026. Ajang tersebut diikuti lebih dari 500 peserta dari 18 negara, termasuk Thailand, Filipina, Singapura, Uzbekistan hingga Brasil.
Bagi Adelia, medali tersebut bukan sekadar penghargaan. Di baliknya ada keberanian untuk mencoba, kemauan belajar dan dukungan keluarga yang terus mendorongnya untuk berani melangkah lebih jauh.
Sebelum tampil di panggung internasional, Adelia terlebih dahulu mengikuti babak penyisihan dan Final Nasional IMASO Indonesia. Di tingkat nasional, ia juga berhasil meraih Bronze Award yang kemudian memberinya kesempatan untuk melanjutkan perjuangan ke Final Internasional di Bangkok.
Kesempatan tersebut tidak disia-siakan. Adelia memilih memberanikan diri untuk bersaing dengan peserta dari berbagai negara.
Persiapannya pun dilakukan dengan disiplin. Selama dua minggu sebelum perlombaan, ia rutin mempelajari past papers dan silabus yang diberikan panitia. Tidak tanggung-tanggung, sedikitnya 60 soal dipelajarinya setiap hari.
“Persiapannya setiap hari mempelajari past papers dan silabus dari panitia, minimal 60 soal per hari selama dua minggu sebelum hari H,” kata Adelia.
Kerja keras itu akhirnya berbuah medali.
Adelia mengaku senang sekaligus bangga bisa mengikuti kompetisi di tingkat internasional. Lebih dari sekadar mengejar penghargaan, pengalaman bertemu dan berkompetisi bersama pelajar dari berbagai negara menjadi cerita tersendiri baginya.
“Kesannya bangga dan senang bisa bertemu dengan rekan dari berbagai negara. Berikutnya saya akan mengikuti lomba internasional lain,” ucapnya.
Kecintaan Adelia terhadap dunia sains memang bukan hal baru. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia telah aktif mengikuti berbagai kompetisi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), mulai tingkat kota hingga nasional.
Di sekolah, Adelia juga aktif sebagai Dokter Kecil. Ketertarikannya terhadap ilmu pengetahuan bahkan sejalan dengan cita-citanya untuk menjadi seorang dokter.
“Ini wujud kecintaannya pada bidang Science sekaligus berkaitan dengan cita-citanya menjadi dokter,” ujar pihak sekolah.
Di balik prestasi tersebut, ada dukungan orang tua yang tidak pernah lepas. Tatang Sugiar dan Kartika Oktavia Pravitasari mengaku bahagia dan bangga melihat putri keduanya mampu membawa nama sekolah dan Kota Solo ke ajang internasional.
Bagi keduanya, prestasi bukan hanya soal medali. Pengalaman mengikuti kompetisi juga menjadi bagian dari proses membangun kepercayaan diri dan bekal pendidikan Adelia di masa depan.
“Sebagai orang tua kami sangat mendukung kegiatan anak, terlebih karena prestasi ini bisa berpengaruh untuk jenjang pendidikan berikutnya sekaligus sebagai pendukung portofolio akademis,” pungkasnya.
Prestasi Adelia menjadi kabar membanggakan bagi SDN Mangkubumen Kidul dan Kota Surakarta. Dari ruang kelas sekolah dasar di Solo, langkah kecil seorang siswi kini telah sampai ke panggung internasional.
Medali perunggu dari Thailand itu menjadi pengingat bahwa keberanian untuk mencoba, ketekunan belajar dan dukungan orang-orang terdekat dapat membuka jalan bagi anak-anak Solo untuk terus berprestasi hingga ke tingkat dunia. (*)














Leave a Reply
View Comments