Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib, Idris Tutup Usia di Tengah Silaturahmi Ramadan

H. Dt. Muhammad Idris bin Dt. Muhammad Taher bersama Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si, duduk bersama sebelum meaksanakan sholat magrib

TANJUNG SELOR – Malam yang semula dipenuhi kehangatan buka puasa bersama di Rumah Jabatan Bupati Bulungan, Jumat (13/3/2026), berubah menjadi suasana haru. H. Dt. Muhammad Idris bin Dt. Muhammad Taher, pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Pertanian Bulungan, meninggal dunia sesaat setelah memimpin salat Magrib berjamaah.

Sebelum salat dimulai, almarhum tampak sehat dan penuh semangat. Ia hadir bersama para undangan dalam kegiatan silaturahmi Ramadan yang digelar dalam suasana kekeluargaan. Sosok Idris dikenal luas sebagai pribadi sederhana, bersahaja, dan dihormati oleh masyarakat.

Saat waktu Magrib tiba, Idris diminta untuk menjadi imam salat berjamaah. Ibadah berlangsung dengan khusyuk. Namun ketika memasuki rakaat terakhir, tubuhnya tiba-tiba melemah dan ia terjatuh di hadapan para makmum.

Peristiwa tersebut membuat para jamaah yang hadir terkejut dan panik. Beberapa orang segera memberikan pertolongan, namun takdir berkata lain. Idris dinyatakan meninggal dunia di tempat.

Kepergian almarhum di bulan suci Ramadan, tepat ketika memimpin salat berjamaah di tengah kebersamaan umat, meninggalkan kesan mendalam bagi mereka yang menyaksikan peristiwa itu. Banyak yang menilai wafatnya sebagai sebuah husnul khatimah, akhir kehidupan yang baik bagi seorang hamba.

Pemerintah Kabupaten Bulungan turut menyampaikan duka cita atas berpulangnya almarhum. Melalui ucapan belasungkawa, Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si bersama Wakil Bupati Kilat A.Md menyampaikan doa agar segala amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.

Semasa hidupnya, H. Dt. Muhammad Idris dikenal sebagai sosok yang mengabdikan dirinya untuk masyarakat, khususnya melalui pekerjaannya di sektor pertanian. Dedikasi dan pengabdiannya selama menjadi ASN meninggalkan kesan baik bagi banyak pihak.

Bahkan setelah memasuki masa pensiun, ia tetap aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat. Kerendahan hati serta keteladanannya menjadikan almarhum sebagai sosok yang dihormati dan dikenang.

Kini, Idris telah berpulang. Namun jejak pengabdian dan kebaikan yang ia tinggalkan akan tetap hidup dalam ingatan keluarga, sahabat, serta masyarakat yang pernah mengenalnya. Kepergiannya di bulan Ramadan menjadi pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta.(*)