NUNUKAN – Galeri LANUKA Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan mendapat apresiasi dari dua anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), H. Akbar Ali, S.H. dan Arming, S.H., saat mengunjungi galeri tersebut, Rabu (21/10/2026).
Kunjungan itu menjadi kesempatan bagi kedua legislator untuk melihat langsung beragam hasil karya warga binaan, mulai dari kerajinan tangan, batik tulis khas Lulantatibu versi Lapas Nunukan, hingga berbagai produk kreatif hasil program pembinaan kemandirian.
Usai meninjau produk yang dipamerkan, Akbar Ali mengaku bangga melihat kreativitas warga binaan yang mampu menghasilkan karya dengan nilai ekonomi.
“Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Lapas Nunukan. Setelah melihat langsung isi Galeri LANUKA, ternyata banyak sekali potensi dan kreativitas warga binaan yang patut kita banggakan,” ujarnya.
Menurutnya, produk-produk tersebut menunjukkan bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Ia menilai, hasil karya warga binaan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai jual apabila didukung promosi dan pemasaran yang tepat.
“Produk-produk yang dihasilkan memiliki kualitas dan nilai ekonomi. Ini membuktikan bahwa pembinaan di dalam lapas benar-benar berjalan dan mampu memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Arming turut mengapresiasi keberadaan Galeri LANUKA sebagai wadah untuk memperkenalkan hasil karya warga binaan kepada masyarakat luas.
Menurutnya, ruang kreativitas seperti Galeri LANUKA perlu terus dikembangkan agar warga binaan memiliki kesempatan meningkatkan kemampuan, menghasilkan produk, serta membangun kemandirian ekonomi.
“Galeri LANUKA ini sangat luar biasa. Kita bisa melihat bahwa warga binaan diberikan ruang untuk terus berkarya, berkreasi, dan mengembangkan kemampuan mereka,” tuturnya.
Arming berharap produk-produk yang dihasilkan warga binaan tidak hanya dikenal di Kabupaten Nunukan, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas hingga tingkat Provinsi Kalimantan Utara dan luar daerah.
“Harapan kami, produk-produk ini tidak hanya dikenal di Kabupaten Nunukan, tetapi juga dapat dipromosikan hingga tingkat Provinsi Kalimantan Utara bahkan ke luar daerah. Potensi seperti ini harus terus didukung dan dikembangkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, menjelaskan bahwa Galeri LANUKA menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan hasil karya warga binaan kepada masyarakat.
Ia mengatakan, keberadaan galeri tersebut bukan sekadar tempat memajang produk, melainkan juga menjadi gambaran hasil pembinaan kemandirian yang dijalankan di dalam lapas.
“Galeri LANUKA bukan sekadar tempat memamerkan produk, tetapi juga menjadi simbol bahwa proses pembinaan di dalam lapas mampu melahirkan karya yang memiliki nilai kreativitas dan ekonomi,” ungkap Donny.
Ia berharap dukungan berbagai pihak, termasuk DPRD Provinsi Kaltara, dapat memperluas peluang pengembangan usaha dan pemasaran produk warga binaan.
Donny juga menyampaikan terima kasih atas perhatian serta apresiasi yang diberikan kedua anggota DPRD Kaltara terhadap program pembinaan di Lapas Nunukan.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlanjutan program pembinaan, terutama dalam membuka peluang pemasaran dan meningkatkan nilai ekonomi produk yang dihasilkan.
Melalui Galeri LANUKA, Lapas Nunukan terus berupaya menghadirkan pembinaan yang memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi warga binaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga sebagai bekal ketika mereka kembali ke masyarakat.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi Lapas Nunukan untuk terus berinovasi sekaligus memperkuat dukungan terhadap produk hasil karya warga binaan.
Semangat tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan pemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah, mengembangkan potensi, dan menghasilkan karya yang membanggakan.














Leave a Reply
View Comments