Kapolda Kaltara Rangkul Tokoh Adat Bulungan, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Kapolda Kaltara Andi Syahriful Taufik bersilaturahmi dengan Ketua Forum Adat Kesultanan Bulungan Datu Buyung Perkasa.

TANJUNG SELOR – Kapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik, S.I.K., M.Si., mengajak tokoh adat dan masyarakat memperkuat sinergi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Komitmen tersebut disampaikan saat Kapolda Kaltara didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Yusuf, S.I.K., M.Hum., serta sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Kaltara bersilaturahmi dengan Ketua Forum Adat Kesultanan Bulungan Provinsi Kaltara, Datu Buyung Perkasa, M.Pd., di Tanjung Selor, Rabu (21/10/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri pengurus adat, tokoh adat, dan tokoh masyarakat Bulungan. Silaturahmi ini menjadi upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan lembaga adat sekaligus membangun komunikasi dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Kapolda Kaltara menegaskan, pendekatan humanis dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polri berupaya membangun kedekatan serta kepercayaan masyarakat.

“Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dukungan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Menurutnya, tokoh adat memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta membantu menyelesaikan persoalan sosial melalui komunikasi dan pendekatan kekeluargaan.

Karena itu, Kapolda berharap hubungan antara Polda Kaltara dan lembaga adat dapat terus diperkuat. Komunikasi yang terbuka dinilai penting agar berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat disikapi secara bijaksana dengan mengedepankan dialog.

“Melalui silaturahmi ini, kami ingin memperkuat kemitraan dengan masyarakat adat. Kami berharap komunikasi dan kerja sama terus terjaga sehingga setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi bersama dengan mengedepankan pendekatan yang humanis,” ungkapnya.

Kapolda juga menekankan bahwa semangat Polisi Bersama Masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk membangun komunikasi, mendengarkan aspirasi, dan menjalin kerja sama dengan berbagai unsur masyarakat.

Keberadaan Forum Adat Kesultanan Bulungan dinilai memiliki peran dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Kalimantan Utara. Peran tersebut juga penting dalam merawat kerukunan dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat.

Melalui pertemuan ini, Polda Kaltara berharap hubungan dengan tokoh adat dan masyarakat semakin erat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya lingkungan yang aman, damai, serta kondusif bagi kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

Dengan semangat kebersamaan, Polri bersama masyarakat berkomitmen menjaga persatuan dan keamanan di Kalimantan Utara.