NUNUKAN – Sebanyak 229 murid dan 38 guru SD Negeri 003 Nunukan Selatan memeriahkan Pawai Budaya dan Karnaval Mobil Hias dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan. Mengenakan pakaian adat Nusantara, rombongan sekolah ini membawa pesan persatuan dalam keberagaman melalui kreativitas dan pertunjukan seni budaya.
Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Nunukan, berita.nunukankab.go.id, Sabtu (10/10/2026), rombongan SD Negeri 003 Nunukan Selatan mendapat nomor urut 019 dalam pawai yang menampilkan kekayaan budaya masyarakat.
Beragam pakaian adat dikenakan para murid, mulai dari busana khas Tidung, Dayak, Bugis, Toraja, Jawa, hingga daerah lainnya. Dilengkapi aksesori hasil kreativitas sendiri dan kibaran bendera Merah Putih, penampilan mereka menggambarkan keberagaman yang hidup berdampingan di Kabupaten Nunukan.
Kepala SD Negeri 003 Nunukan Selatan, Hairuddin, S.Pd., mengatakan keikutsertaan sekolahnya merupakan bentuk partisipasi dalam memeriahkan hari jadi Kabupaten Nunukan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat.
“Dalam momen ulang tahun kabupaten ini, kami ingin menampilkan keberagaman budaya Nusantara, pesan yang ingin kami sampaikan adalah Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu,” ujar Hairuddin, Sabtu (10/10/2026).
Sulap Bahan Bekas Menjadi Kostum Adat
Tidak hanya menampilkan pakaian adat, murid dan guru SD Negeri 003 Nunukan Selatan juga menunjukkan kreativitas melalui pemanfaatan bahan bekas yang didaur ulang menjadi busana dan aksesori.
Berbagai kostum dirancang dengan sentuhan budaya daerah, termasuk pakaian khas Tidung, Dayak, Bugis, dan Toraja. Bahan-bahan yang sebelumnya tidak terpakai diolah kembali menjadi karya bernilai seni untuk ditampilkan dalam pawai.
Kreativitas tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengembangkan imajinasi dan keterampilan murid.
Melalui proses pembuatan kostum, para murid tidak hanya belajar mengenal budaya, tetapi juga memahami bahwa barang bekas dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang menarik dan bermanfaat.
Miniatur Peta Nunukan Dibuat dari Bubur Kertas
Salah satu karya yang menarik perhatian rombongan sekolah ini adalah miniatur peta Kabupaten Nunukan yang dibuat sendiri oleh murid bersama para guru.
Peta tersebut menggunakan bubur kertas sebagai bahan utama dan dikerjakan selama empat hari. Karena waktu pengerjaan yang terbatas, karya itu belum sepenuhnya kering ketika akan dibawa mengikuti pawai sehingga dilapisi plastik bening untuk melindungi bentuknya.
Hairuddin menjelaskan, pembuatan miniatur tersebut bertujuan mengenalkan wilayah Kabupaten Nunukan kepada masyarakat melalui karya kreatif yang melibatkan murid dan guru.
“Kami sengaja membuat peta Kabupaten Nunukan agar masyarakat bisa melihat dan mengenal bentuk wilayah kabupaten kita, peta ini kami buat sendiri bersama murid dan guru, menggunakan bubur kertas,” jelasnya.
Karya tersebut sekaligus memperlihatkan keterlibatan murid dalam proses kreatif, mulai dari menyiapkan bahan hingga menghasilkan miniatur yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat.
Tampilkan Tari Bebilin hingga Tari Kipas
Menjelang garis akhir, tepatnya saat tiba di tenda kehormatan, rombongan SD Negeri 003 Nunukan Selatan kembali menarik perhatian melalui persembahan tarian daerah.
Mereka menampilkan tarian yang diiringi musik Bebilin, lagu tradisional masyarakat Suku Tidung. Pertunjukan kemudian dilanjutkan dengan tarian bernuansa Dayak dan tari kipas.
Perpaduan busana adat, musik tradisional, tarian, serta karya daur ulang menjadikan keikutsertaan sekolah ini lebih dari sekadar barisan peserta pawai.
Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk mengenal tradisi, menghargai perbedaan, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap kekayaan budaya Indonesia.
Melalui penampilan itu, murid juga mendapat kesempatan untuk menunjukkan kreativitas sekaligus belajar bekerja sama dalam menyiapkan pertunjukan bersama guru.
Kreativitas Sekolah Meriahkan HUT ke-27 Nunukan
Partisipasi SD Negeri 003 Nunukan Selatan sejalan dengan tema HUT ke-27 Kabupaten Nunukan, yakni “Kreatif Berkarya, Nunukan Maju”.
Melalui kostum berbahan daur ulang, miniatur peta daerah, dan pertunjukan seni tradisional, para murid dan guru menunjukkan bahwa kreativitas dapat tumbuh dari lingkungan sekolah dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
Kegiatan ini juga menjadi sarana mengenalkan keberagaman budaya kepada generasi muda sekaligus menanamkan nilai persatuan sejak dini.
Semangat Bhinneka Tunggal Ika yang dibawa dalam pawai menjadi pengingat bahwa perbedaan suku, bahasa, dan tradisi merupakan bagian dari kekayaan bangsa yang perlu dijaga bersama.
Dengan keterlibatan ratusan murid dan guru, SD Negeri 003 Nunukan Selatan turut menyemarakkan perayaan hari jadi Kabupaten Nunukan melalui karya dan penampilan yang memadukan pendidikan, budaya, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan.














Leave a Reply
View Comments