Kaltara Gandeng Australia Perkuat Bahasa Inggris dan Pendidikan Vokasi

Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang saat penandatanganan MoU peningkatan kompetensi bahasa Inggris dan pendidikan vokasi.

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) memperkuat langkah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui kerja sama pendidikan dengan Australia.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Program Peningkatan Kompetensi Bahasa Inggris dan Pendidikan Vokasi, Senin (28/9), di Jakarta.

Kesepakatan melibatkan Pemprov Kaltara, Kedutaan Besar Australia, Austrade (Komisi Perdagangan dan Investasi Australia di Indonesia), serta Briton English Education di bawah naungan PT Cahaya Rahmat Edukasi.

Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan sekaligus menyiapkan generasi muda Kaltara menghadapi persaingan global.

Menurutnya, penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu diperkuat sejak bangku sekolah. Hal tersebut semakin relevan bagi Kaltara yang memiliki posisi strategis sebagai provinsi perbatasan.

“Kerja sama ini jangan hanya berhenti pada penandatanganan MoU. Kita ingin ada program yang nyata, terukur dan berkelanjutan sehingga manfaatnya bisa dirasakan dunia pendidikan di Kaltara,” kata Zainal.

Dalam kesepakatan tersebut terdapat dua ruang lingkup utama. Pertama, fasilitasi penyelenggaraan Program Sekolah Berbahasa Inggris (SBI) sekaligus pengembangan sekolah unggulan.

Kedua, fasilitasi kerja sama sekolah berskala internasional melalui program sister school yang akan dikembangkan di Kaltara.

Program SBI mencakup pemetaan kompetensi, pengembangan metodologi pengajaran guru berstandar Cambridge English, trainer development hingga quality assurance.

Program tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris peserta didik, tetapi juga membangun wawasan dan kepercayaan diri mereka dalam berkomunikasi.

Zainal menilai pembelajaran bahasa Inggris akan lebih efektif apabila penggunaannya dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau kita ambil contoh seperti di Bali yang banyak warganya fasih berbahasa Inggris. Atau di Kampung Inggris Pare di Kediri, Jawa Timur. Bahasa Inggris itu jadi bahasa sehari-hari selain bahasa Indonesia dan bahasa daerah,” ujarnya.

Selain penguatan bahasa Inggris, kerja sama tersebut juga mencakup pengembangan pendidikan vokasi. Program ini diarahkan untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri.

Penguatan pendidikan vokasi diharapkan dapat membekali peserta didik dengan pengetahuan serta keterampilan teknis yang relevan. Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki bekal akademik, tetapi juga kompetensi yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.

Bagi Kaltara, pengembangan pendidikan vokasi memiliki arti penting seiring dengan perkembangan sektor ekonomi dan pembangunan daerah. Kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan keterampilan spesifik membutuhkan dukungan sistem pendidikan yang mampu beradaptasi.

Zainal berharap implementasi kerja sama dapat memberikan manfaat secara merata dan berkelanjutan bagi sekolah, guru maupun peserta didik di seluruh wilayah Kaltara.

Ia menekankan pentingnya memastikan setiap program yang disepakati memiliki keberlanjutan dan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

“Dengan pendidikan yang berkualitas, keterampilan yang relevan, dan kemampuan bahasa internasional yang baik, kita ingin generasi muda Kaltara mampu berperan dalam pembangunan dan bersaing di tingkat global,” pungkasnya.

Penandatanganan MoU dilakukan bersama Pimpinan Briton English Education, Sirajuddin Tenri, M.Ed (Mgmt). Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama.

Kerja sama tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah memperluas akses pendidikan berkualitas di Kaltara sekaligus membuka ruang kolaborasi internasional bagi sekolah dan peserta didik.

Melalui penguatan bahasa Inggris dan pendidikan vokasi, Pemprov Kaltara mendorong lahirnya SDM yang memiliki kemampuan komunikasi global, keterampilan kerja yang relevan serta kesiapan menghadapi perubahan dan persaingan di masa depan. (dkisp)