Saan Mustopa Pacu NasDem Kaltara, Target Rebut Kembali Kursi DPR RI pada 2029

Saan Mustopa memacu kader NasDem Kaltara untuk bekerja lebih keras menghadapi Pemilu 2029.

TARAKAN – Partai NasDem Kalimantan Utara (Kaltara) mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Konsolidasi organisasi menjadi bagian dari strategi partai untuk mempertahankan perolehan kursi legislatif sekaligus merebut kembali kursi DPR RI yang hilang pada Pemilu 2024.

Konsolidasi Partai NasDem se-Kaltara digelar di Hotel Tarakan Plaza, Jumat (28/8/2026) malam. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem Hermawi Fransiskus Taslim, serta Ketua DPW Partai NasDem Kaltara Supa’ad Hadianto.

Sejumlah kader dan pengurus NasDem Kaltara turut hadir, termasuk Wakil Bupati Malinau Jakaria. Hadir pula jajaran anggota DPRD dari Partai NasDem, baik tingkat Provinsi Kaltara maupun kabupaten/kota.

Dalam arahannya, Saan menegaskan konsolidasi dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh jajaran NasDem Kaltara menghadapi Pemilu 2029. Menurutnya, waktu menuju pemilu harus dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun kekuatan organisasi dan elektoral.

“Sekarang kita sudah bulan Agustus, bahkan bulan September. Kalau kita hitung dari Pemilu 2024 menuju Pemilu 2029, tersisa sekitar 2,5 tahun lagi. Ini menjadi hal yang sangat penting yang harus kita persiapkan secara maksimal,” kata Saan.

Saan menilai Kaltara bukan daerah pemilihan yang mudah. Dengan alokasi hanya tiga kursi DPR RI, persaingan politik dinilai cukup ketat.

Namun, ia mengingatkan bahwa NasDem memiliki rekam jejak elektoral yang cukup baik di Kaltara. Pada Pemilu 2019, NasDem berhasil meraih satu kursi DPR RI dari Dapil Kaltara.

“Dapil dengan alokasi tiga kursi bukan dapil yang mudah, bukan dapil yang gampang. Tapi sejak NasDem berdiri, kita sudah tiga kali pemilu dan Kaltara juga punya rekam elektoral yang tidak jelek,” ujarnya.

Menurut Saan, capaian tersebut menunjukkan NasDem memiliki peluang untuk kembali meraih kursi DPR RI. Karena itu, hasil Pemilu 2024 yang membuat NasDem kehilangan kursi di Senayan harus menjadi bahan evaluasi dan pemicu untuk bekerja lebih keras.

Ia menegaskan target tersebut tidak hanya mempertahankan kursi legislatif yang saat ini dimiliki, tetapi juga meningkatkan perolehan suara dan kursi pada Pemilu 2029.

Bidik Fraksi Penuh

Selain merebut kembali kursi DPR RI, Saan menargetkan NasDem Kaltara mampu membentuk fraksi sendiri di DPRD Provinsi Kaltara pada Pemilu 2029.

Saat ini, NasDem belum dapat membentuk fraksi penuh di DPRD Provinsi Kaltara sehingga harus bergabung dengan partai lain dalam fraksi gabungan.

“Bagaimana kita ke depan, selain mempertahankan apa yang sudah kita dapatkan, kita juga berusaha kembali memastikan kursi DPR RI yang kita dapatkan pada 2019 dan hilang di 2024 bisa kita dapatkan kembali pada 2029,” tegasnya.

“Di 2029, kita harus bisa memastikan perolehan kursi DPRD provinsi minimal menjadi fraksi sendiri. Kita harus menjadi fraksi sendiri, itu yang paling penting,” lanjut Saan.

Ia menyebut saat ini baru dua daerah kabupaten/kota di Kaltara yang memungkinkan NasDem membentuk fraksi sendiri, yakni Nunukan dan Malinau. Sementara di daerah lainnya, kader NasDem masih tergabung dalam fraksi gabungan.

Saan juga mendorong agar perolehan kursi NasDem di DPRD Provinsi Kaltara dapat ditingkatkan. Dari dua kursi yang diperoleh saat ini, partai ditargetkan mampu menambah menjadi sedikitnya empat kursi sehingga dapat membentuk fraksi sendiri.

Tekankan Optimisme Kader

Untuk mencapai target tersebut, Saan meminta kader tidak hanya mengandalkan struktur organisasi dan sumber daya yang dimiliki. Menurutnya, faktor paling penting adalah kemauan, optimisme, keyakinan, semangat, dan tekad seluruh kader.

“Kalau kita memiliki keyakinan yang kuat, optimisme, semangat, motivasi, kemauan, dan tekad yang kuat, itu yang akan mendorong kita melakukan upaya-upaya pergerakan,” katanya.

Ia mengingatkan, keterbatasan sumber daya bukan alasan untuk menyerah. Sebaliknya, kader harus mampu mencari cara dan bekerja lebih keras untuk mencapai target politik.

Saan mengutip prinsip bahwa sesuatu yang sulit bukan berarti mustahil. Kondisi politik Kaltara yang dinilai tidak mudah justru harus menjadi alasan bagi kader untuk meningkatkan kerja politik.

“Sulit bukan berarti mustahil. Itu adalah tanda bahwa kita harus bekerja lebih keras lagi dibandingkan kerja-kerja kita sebelumnya,” ujarnya.

Menurutnya, target politik pada 2029 membutuhkan kerja yang lebih besar dibandingkan Pemilu 2024. Karena itu, seluruh kader diminta membangun optimisme sejak sekarang.

“Yang pertama yang harus saya tanamkan dan sampaikan kepada kakak-kakak semua dalam rangka menuju 2029, kita harus pastikan dulu pada diri kita semua tentang optimisme, tentang keyakinan. Kita harus optimis, harus yakin,” tegasnya.

Saan menilai keyakinan tersebut menjadi modal awal sebelum NasDem menjalankan strategi pemenangan. Sebab, target merebut kembali kursi DPR RI dan membentuk fraksi sendiri tidak akan tercapai tanpa kerja politik yang konsisten hingga tingkat akar rumput.

Konsolidasi di Kaltara pun diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat struktur, meningkatkan militansi kader, serta menyusun strategi pemenangan NasDem menuju Pemilu 2029. (*)