Gubernur Zainal Dukung Penuh SINERGI Kaltara, Jembatan Emas UMKM Menuju Industri Global

Gubernur Zainal dukung SINERGI Kaltara sebagai penghubung UMKM dan industri.
JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, menyatakan dukungan penuh terhadap inovasi SINERGI Kaltara (Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara) yang dirancang untuk menghubungkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan kebutuhan industri di kawasan industri strategis di Kaltara.

Dukungan tersebut disampaikan saat Gubernur Zainal mendampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara, Denny Harianto, dalam Seminar Rancangan Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I yang berlangsung di Gedung Graha Wisesa LAN RI, Jakarta, Selasa (23/6).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Zainal menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan investasi besar yang masuk ke Kalimantan Utara dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM lokal.

“Saya mendukung penuh inovasi SINERGI Kaltara ini. Kita harus bergerak cepat dan melakukan intervensi kebijakan agar masyarakat Kalimantan Utara tidak sekadar menjadi penonton di rumah sendiri di tengah besarnya investasi yang masuk,” tegasnya.

Menurut Zainal, SINERGI Kaltara merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi UMKM lokal dalam rantai pasok industri yang akan berkembang seiring percepatan pembangunan di Kawasan Industri Tanah Kuning yang merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN).

Ia menyebut program tersebut sebagai “jembatan emas” yang mampu mempertemukan kebutuhan industri berskala besar dengan berbagai produk unggulan yang dihasilkan pelaku usaha lokal.

“Program ini adalah jembatan emas yang akan mempertemukan kebutuhan industri besar dengan produk-produk unggulan UMKM lokal kita,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara siap memperkuat implementasi SINERGI Kaltara melalui berbagai kebijakan pendukung. Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mendorong pengelola kawasan industri untuk memprioritaskan penggunaan produk lokal yang telah memenuhi standar kualitas dan kebutuhan industri.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, dan pelaku UMKM, hilirisasi industri di Kalimantan Utara diharapkan tidak hanya menghasilkan nilai investasi yang besar, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha baru, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

SINERGI Kaltara menjadi salah satu strategi unggulan Pemprov Kaltara dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak kepada pelaku usaha lokal agar dapat menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional maupun global. (*)